Hari Dokter Nasional, DPD Apresiasi Kerja Dokter Indonesia

Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Masyarakat diminta terus waspada dan membiasakan diri untuk menjaga kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan terus menerapkan protokol kesehatan, 3M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan).

Kebiasaan ini selain melindungi diri sendiri, orang lain juga sebagai bentuk upaya mendukung kerja dokter yang menjadi garda penting dalam melawan Covid-19.

“Sebagai seorang dokter dan anggota DPD RI saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan dokter di seluruh Indonesia, sebagai garda terdepan melawan covid-19,” kata Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela lewat keterangan tertulis yang diterima Acuantoday.com, Sabtu (24/10).

Sekadar diketahui, selama masa pandemi Covid-19, hingga bulan Oktober 2020 ini, tercatat sudah 130 dokter yang meninggal dunia akibat tertular virus Covid-19.

Atas dasar itu, lanjut dia, sepatutnya masyarakat sadar akan bahaya Covid-19 dengan mendukung kerja dokter dan tenaga medis lainnya.

Senator asal Provinsi Lampung ini, mengingatkan, Hari Nasional Dokter ini harus disikapi dengan serius oleh masyarakat Indonesia, bahwa kekurangan tenaga medis akan memengaruhi pelayanan kesehatan secara umum.

Selama ini, lanjutnya, banyak yang sudah mulai bosan dengan adaptasi kebiasaan baru sehingga abai terhadap Covid-19.

“Tenaga kesehatan, dokter, perawat, bidan sudah banyak yang menjadi korban,” tegasnya mengingatkan.

Data yang dihimpun Komite III DPD RI, hingga 3 Oktober 2020 saja, tercatat 130 dokter, sembilan dokter gigi dan 92 perawat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sebanyak 130 dokter yang wafat itu terdiri dari 67 dokter umum, dimana empat di antaranya merupakan guru besar, 61 dokter spesialis dengan empat diantaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen. Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang.

Padahal, lanjut dia, jumlah tenaga kesehatan terutama dokter di Indonesia sebelum pandemi Covid saja, sudah merupakan salah satu yang terendah di Asia dan dunia. Dengan jumlah dokter yang ada, rata-rata satu orang dokter diestimasikan melayani 3.000 masyarakat.

“Dengan bertambahnya korban dari pihak tenaga kesehatan akan berdampak pada pelayanan kesehatan pasien. Mulai dari pasien Covid maupun non Covid.” tutup dr. Jihan. (rht)

Comments

comments