Hari Ini Masuk Masa Tenang Pilkada, Perludem Ingatkan Serangan Fajar

Ilustra- Kasus suap terpidana kasus korupsi cassie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra dengan tersangka dua anggota perwira polisi tekah dilimpahkan ke Kejaksaan, Kamis (24/9).

Acuantoday.com, Jakarta- Terhitung hari ini, pilkada serentak 2020 memasuki tahapan masa tenang yaitu pada 6,7 hingga 8 Desember hingga hari H pemungutan suara atau pencoblosan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan potensi pelanggaran pilkada serentak 2020, utamanya praktik politik uang atau dikenal serangan fajar untuk mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihannya.

“Waspadai potensi praktik curang dan potensi politik uang yang dapat menerpa pemilih menjelang hari pemungutan suara Pilkada 2020,” ucap
Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Agustyati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (6/12).

Perludem mendesak kepada pasangan calon, tim kampanye, relawan dan semua pihak yang terkait dengan pemenangan pasangan calon agar menahan diri dan tidak lagi melaksanakan aktivitas kampanye
di masa tenang menjelang pemungutan suara Pilkada 2020.

Untuk itu, Badan Pengawas Pemuilu (Bawaslu) dan aparat penegak hukum diminta konsisten dan bekerja keras mengawasi dan menindak segala bentuk pelanggaran di masa tenang pilkada serentak 2020.

Selain politik uang atau money politic, bentuk pelanggaran lain di masa tenang adalah masih dilakukannya kampanye termasuk masih terpasangnya alat peraga kampanye.

“Mendesak Bawaslu dan aparat penegak hukum untuk terus konsisten dan bekerja keras di dalam mengawasi dan melakukan langkah penindakan di dalam menyikapi setiap potensi pelanggaran di sisa tahapan Pilkada 2020,” tegas Khoirunnisa.

Selain itu, Perludem juga mendesak pemerintah, terutama Satgas Penanganan Covid-19 untuk menyampaikan data terbaru yang lebih rinci dan detail terkait penanganan Covid-19, khususnya di 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada.

“Langkah-langkah tegas dan tepat perlu untuk diambil, agar tahapan pilkada yang terus berlanjut tidak menjadi titik penyebaran Covid-19. Termasuk juga potensi kerumunan massa yang berpotensi menjadi titik penyebaran Covid-19 di TPS,” ucap Khoirunnisa.

Kepada jajaran KPU dan Bawaslu diminta memastikan distribusi alat pelindung diri untuk keselamatan penyelenggara dan masyarakat serta logistik pilkada untuk penyelenggaraan pemungutan suara terpenuhi dengan cukup dan tepat waktu.(har)

Comments

comments