Korupsi Ekspor Benur, KPK Sita Rp 52,3 M dari BNI

Ilustrasi - Benur atau benih lobster. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 52,3 miliar yang diambil dari simpanan di bank BNI 46 cabang Gambir, Jakarta Pusat.

Plt Juru Bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri menjelaskan, uang puluhan miliar itu diduga hasil ekspor benur yang izinnya didapat dari menyuap eks menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

“Tim penyidik KPK melakukan penyitaan aset berupa uang tunai sekitar Rp 52,3 miliar dari Bank BNI 46 cabang Gambir yang diduga berasal dari para eksportir yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih bening lobster tahun 2020,” kata Ali di Gedung KPK, Senin (15/3).

Dasar penyitaan duit tersebut, ucap Ali, karena tersangka Edhy Prabowo sebelumnya memerintahkan Sekretaris Jenderal Kementrian Kelautan dan Perikanan agar membuat surat perintah tertulis terkait dengan penarikan jaminan bank dari para eksportir kepada Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).
“Kemudian Kepala BKIPM memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Soekarno Hatta untuk menerima bank garansi dari masing-masing eksportir yang dapat izin tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kasus korupsi eskpor benih lobster atau benur, KPK sudah menetapkan 7 orang sebagai tersangka, yakni Eks menteri KKP Edhy Prabowo, Stafsus Menteri KKP Safri dan Andreau Pribadi Misata (APM).

Kemudian, Pengurus PT ACK Siswadi (SWD), Staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih (AF) dan Amiril Mukminin (AM). Sementara, satu tersangka pemberi suap yakni Direktur PT DPP Suharjito (SJT). (mmu)

Comments

comments