Hasil Penelitian: Plastik Pelindung Wajah tak Efektif Cegah Droplets

Ilustrasi--sumber gambar WFAA.com

Acuantoday.com— Kabar baru. Ternyata plastic face shields atau plastic pelindung wajah tidak ampuh mencegah penyebaran droplets. Penelitian menunjukkan hampir 100% droplets yang berasal dari penderita Covid 19 lolos dari pelindung wajah plastic.

Mengutip dailymail.co.uk, plastik pelindung wajah yang sebelumnya disebut- sebagai masker alternatif yang bisa memberikan perlindungan yang memadai dari virus. Di Inggris penggunaan masker alternatif ini direkomendasikan untuk penata rambut, tukang cukur, perawat kuku, ahli tato, dll, yang berhubungan dekat dengan konsumennya. Diharapkan adanya plastic pelindung wajah jadi pembatas antarmereka.

Tapi hasil pemodelan ‘berkata’ lain. Ini terlihat dari simulasi komputer yang mengungkapkan hampir 100 % droplets yang berukuran lebih kecil dari lima mikrometer – dilepaskan saat berbicara dan bernapas – lolos melalui pelindung.

Dan setengah dari tetesan yang lebih besar berukuran 50 mikrometer – yang dikeluarkan oleh batuk dan bersin – menemukan jalannya ke udara, menimbulkan risiko bagi orang lain. Satu mikrometer adalah sepersejuta meter.

Ilustrasi –sumber foto commerceshiftcctv.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan plastic pelindung wajah dapat membantu mencegah virus, yang secara ilmiah disebut SARS-CoV-2. Namun ini hanya bekerja dalam kombinasi dengan langkah-langkah keamanan lainnya seperti memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Untuk diketahui, plastic pelindung wajah tidak sepenuhnya menutupi keseluruhan wajah. Ada ruang yang terbuka yang memungkinkan droplets dari mulut maupun hidung keluar.

Karenanya, tidak bisaplastik pelindung wajah itu dipakai tunggal dalam artian tanpa diiringi pemakaian masker. Sebagaimana yang disampaikan WHO, pelindung wajah ini baru bisa efektif ketika dipakai secara bersamaan dengan masker sebagaimana dipakai oleh dokter, perawat, dan pekerja rumah sakit lainnya di garis depan Covid-19.

Makoto Tsubokura, ketua tim penelitian yang dilakukan oleh Riken Center di Jepang, memperingatkan agar tidak memakai plastic pelindung wajah.

Dia mengatakan kepada The Guardian: ‘Dilihat dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas plastic pelindung wajah dalam mencegah tetesan menyebar dari mulut orang yang terinfeksi terbatas dibandingkan dengan masker.

“Ini terutama berlaku untuk tetesan kecil kurang dari 20 mikrometer,” katanya seraya menambahkan, semua tetesan yang jauh lebih kecil juga lolos. “Pada saat yang sama, entah bagaimana itu bekerja untuk tetesan yang lebih besar dari 50 mikrometer,” ucapnya.

Untuk mereka yang memiliki masalah pernafasan atau anak kecil, tidak disarankan memakai masker wajah ini.

Paparan dari penelitian yang dilakukan di Florida Atlantic University’s College of Engineering and Computer Science telah diterbitkan pada 1 September 2020, yang juga menemukan pelindung wajah tidak efektif dalam menghentikan penyebaran virus corona.***dian

Comments

comments