Hina Islam, DPR Desak Pemerintah Cabut Paspor Josep Paul Zhang

Jozeph Paul Zhang

Acuantoday.com, Jakarta-Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani geram terhadap pelaku penistaan agama Islam Josep Paul Zhang di media sosial.

Atas dasar itu, Arsul mendesak Polri berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan mencabut paspor Josep Paul.

“Saya mendesak agar Polri segera melakukan langkah kordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum Dan HAM RI untuk menarik atau mencabut paspor terduga pelaku tersebut, yang diyakini berada di luar negeri sejak 2018,” kata Arsul Sani lewat keterangan tertulisnya, Senin (19/4).

Menurut Arsul Sani, langkah penarikan atau pencabutan paspor tersebut dapat dilakukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Dan HAM RI (Permenkumham) No. 8 Tahun 2014.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, berdasarkan Pasal 25 Permenkumham tersebut, pemegang paspor telah dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan pidana yang diancam dengan hukum paling kurang 5 (lima) tahun, atau statusnya dalam red-notice interpol, maka paspornya dapat ditarik oleh pejabat imigrasi yang berwenang.

“Dalam hal ini Joseph Paul Zhang dapat ditersangkakan atas dasar Pasal 28 UU ITE dan Pasal 156A KUHP, yang ancaman pidananya lebih dari 5 tahun,” jelasnya.

“Terhadap dia juga dapat diproses red-notice-nya ke Interpol, jika tidak memenuhi panggilan Polri,” tambahnya.

Olehnya itu, berdasar Pasal 25 tersebut maka dapat dilakukan penarikan paspor.

Namun, lanjut Arsul Sani, jika penarikan paspor tidak dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya, dan paspornya secara fisik tidak dapat ditarik, maka Arsul meminta agar Ditjen Imigrasi menggunakan kewenangan mencabut paspor Joseph Paul Zang.

“Berdasarkan Pasal 35 huruf h yang menetapkan pencabutan paspor dalam hal upaya penarikan tidak bisa dilakukan,” tegasnya.

Diketahui, Josep Paul Zhang alias Sindy Paul Soerjomoeljono diketahui melakukan penghinaan terhadap agama Islam dan Mabi Muhammad SAW di media sosial.

Tak hanya melakukan penghinaan, Josep Paul Zhang juga menantang umat Islam untuk melaporkannya di lima Polres berbeda dengan hadiah uang senilai Rp 1 juta untuk satu pelapor. (rht) 

Comments

comments