Hindari Beban Pemilu 2024 Demokrat Dorong Revisi UU Pemilu

Rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR. Pimpinan DPR masih mengunuggu wacana kemungkinan dihentikannya revisi UU Pemilu pasca sikap fraksi di DPR yang terbelah antara yang setuju revisi UU Pemulu dan yang tidak setuju adanya revisi. (Foto Bito Pemberitaan DPR RI)n

Acuantoday.com, Jakarta – Ketua Poksi II Fraksi Partai Demokrat DPR RI Anwar Hafid menegaskan, pernyataan Ketua Komisi II Doli Kurnia Tanjung bahwa seluruh Kapoksi di Komisi II DPR RI sepakat hentikan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu tidak benar, karena sampai saat ini RUU Pemili masih ada di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

“Kami menegaskan bahwa pemberitaan yang mengutip pernyataan Ketua Komisi II yang seolah-olah seluruh Kapoksi dalam Komisi II, telah menyepakati untuk tidak melanjutkan pembahasan terkait revisi RUU Pemilu adalah hal yang tidak benar,” tegas Anwar Hafid, Kamis (11/2).

Dikatakan Anwar Hafid, Fraksi Partai Demokrat secara jelas menyampaikan revisi UU Pemilu adalah keharusan, serta menggelar Pilkada serentak pada 2022-2023. Ditegaskan Anwar Hafid, pihaknya merasa keberatan dengan pernyataan Ketua Komisi II yang mengklaim bahwa seluruh Anggota Komisi II mendukung tidak dilanjutkan pembahasan RUU Pemilu.

“Karena yang terjadi justru kami dari partai Demokrat tetap pada sikap yang sama sejak awal, mendukung revisi dan normalisasi Pilkada 2022 dan 2023,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku kecewa dengan sikap Doli Kurnia yang mengabaikan suara Fraksi Demokrat dan suara rakyat. Pasalnya, banyak pihak yang mendukung dilakukan pembahasan RUU Pemilu.

“Saya selaku anggota Komisi II DPR RI poksi Partai Demokrat sangat kecewa dengan sikap ketua komisi yang seolah mengabaikan suara Demokrat dan suara rakyat,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia memastikan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu tidak dilanjutkan berdasarkan keputusan bersama setelah menggelar rapat dengan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi).

“Tadi saya udah rapat dengan seluruh pimpinan dan Kapoksi yang ada di Komisi II dengan melihat perkembangan dari masing-masing parpol terakhir-terakhir, ini kami sepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan ini,” kata Doli kepada wartawan, Rabu (10/2). (rht)

Comments

comments