Hindari Kecemburuan, Pedagang Pasar Johar Kompak akan Kembali Serentak

Pasar Johar Semarang yang dibangun kembali oleh Kementerian PUPR setelah dilalap api pada tahun 2015. Foto: Kementerian PUPR

Acuantoday.com, Semarang – Mayoritas pedagang asal Pasar Johar, Semarang saat ini masih menempati lahan relokasi di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) karena pembangunan yang belum selesai.

Sebelumnya Pasar Johar yang merupakan pasar terbesar di Kota Semarang dilalap si jago merah pada tahun 2015 silam dan mulai dibangun kembali pada tahun 2017 lalu.

Untuk saat ini, sebagian pedagang sebetulnya sudah bisa pindah secara bertahap karena Johar Tengah dan Johar Utara (Bangunan Cagar Budaya) sudah bisa kembali ditempati setelah direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Akan tetapi, pada faktanya di lapangan justru pedagang banyak yang memberi masukan ke DPRD Kota Semarang supaya sebaiknya pemindahan kembali ke Pasar Johar dilaksanakan secara serempak.

Hal ini juga dibenarkan dan didukung oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo. Politikus PDI Perjuangan ini sebelumnya juga sudah melihat sendiri bahwa progres pembangunan Johar Tengah dan Utara (Johar Cagar Budaya) telah selesai dibangun.

“Memang bangunan cagar budaya ini sudah jadi dan siap ditempati, namun satu sisi bangunan lain masih dikerjakan,” ujar Joko Susilo, Minggu (17/1/2021).

Apabila sesuai dengan rencana, maka pembangunan keseluruhan di di Pasar Johar dan sudah mencakup Kawasan Kanjengan akan selesai pada 2022 mendatang.
Joko bersama anggota Komisi B lain seperti Juan Rama, Suryanto dan beberapa anggota lainnya juga sudah bertemu dengan perwakilan pedagang.

“Kami juga sudah audiensi, kalau dipindah ya semua, tidak bertahap. Karena takutnya ada pedagang yang iri,” jelas Joko.

Ia lantas menambahkan bahwa kapasitas pedagang yang bisa ditampung di Johar Tengah dan Utara hanya sekitar 1.200 pedagang dari 7.000 pedagang yang saat ini masih direlokasi di kawasan MAJT.

“Jelas kurang banyak, sambil jalan kita bicara lagi sama pedagang. Untuk saat ini perawatan masih kewajiban dari pihak ketiga,” pungkas Joko.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Mujoko Raharjo mengungkapkan bahwa Kementerian PUPR sebetulnya sudah menghendaki supaya Johar Utara dan Tengah yang telah selesai dibangun untuk segera ditempati.

Namun pihak Dinas Perdagangan juga menyadari kalau pedagang Pasar Johar lebih berkehendak pindah secara serentak walaupun sebetulnya juga cukup menyayangkan karena jika tidak ditempati akan terkesan mangkrak.

“Arahan dari Kementerian sebenarnya minta ditempati dulu, namun pedagang belum mau menempati dengan dalih kalau pindah satu harus pindah semua,” tutur Mujoko Raharjo.(Alvin)

Comments

comments