Hindari Serangan Penyakit Ternak, Distanpangan Kulonprogo Lakukan Vaksinasi Antraks

Petugas UPT Puskeswan di Kulonprogo lakukan vaksinasi antraks kepada hewan ternak.

Acuantoday.com, Yogyakarta – Tak ingin terjadi lagi seperti peristiwa merajalelanya penyakit antraks yang menyerang hewan ternak pada tahun 2017 silam, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulonprogo melakukan pemberian vaksin antraks bagi hewan ternak di wilayahnya.

Distanpangan Kulonprogo kini terus melakukan vaksinasi di berbagai wilayah, dan baru saja memberikan vaksinasi antraks sebanyak 3.900 ekor hewan ternak di wilayah Pendowoharjo, Purwosari dan Jatimulyo yang berada di Kapanewon (Kecamatan) Girimulyo.

“Selain itu juga dilakukan pemberian vitamin dan obat cacing untuk meningkatkan imunitas,” Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Aris Nugroho, Selasa (16/3/2021).

Petugas UPT Puskeswan di Kulonprogo lakukan vaksinasi antraks kepada hewan ternak.

Menurut Aris Nugroho, sebenarnya vaksinasi antraks di Kabupaten Kulonprogo telah dilakukan secara rutin setiap tahun. Dengan melibatkan UPT Puskeswan di masing-masing daerah.

Adapun hewan ternak milik masyarakat setempat yang diberi vaksin diantaranya kambing, domba, sapi dan kerbau.

Penyakit yang menyerang hewan ternak yaitu bakteri bacillus anthracis yang menjadi penyebab penyakit antraks tersebut dapat bertahan hidup di dalam tanah selama puluhan, bahkan ratusan tahun sehingga dikhawatirkan bisa menyebar lagi.

Bagi orang yang mengonsumsi daging hewan ternak yang terjangkit antraks akan berdampak tubuh gatal-gatal.

Vaksinasi antraks, kata Aris sebagai upaya pencegahan dilakukan secara rutin selama 10 tahun hingga 2027 mendatang.

Serangan antraks terhadap hewan ternak ditemukan di Kapanewon Girimulyo pada 2017 silam. Maka secara rutin setiap tahun pihak Distanpangan melakukan vaksinasi antraks.”Jadi kalau dihitung tahun ini sudah memasuki tahun ke-4 pelaksanaan vaksinasi antraks,” ucap Aris.

Ia mengklaim penyakit antraks tersebut sekarang ini tidak ditemukan di Kabupaten Kulonprogo. “Meskipun tidak ditemukan tapi harus diantisipasi, jangan sampai muncul virus itu lagi,” ujarnya. (Chaidir)

Comments

comments