Hoaks, Pesan Berantai Tentang Razia Masker Dengan Denda Rp 250 Ribu

Petugas gabungan melakukan razia penertiban masker di Bunderan Simpang Lima, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (25/8/2020). Pemerintah Kabupaten Garut mulai menerapkan denda Rp.100 ribu kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tempat umum sebanyak tiga kali pelanggaran menyusul bertambahnya kasus positif COVID-19 di Kabupaten Garut./Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Hati – hati jika Anda menerima pesan berantai tentang razia masker serentak oleh Direktorat Lalu Lintas Polda se-Indonesia dengan denda sebesar Rp250 ribu.

Polda Metro Jaya memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

“Informasi tersebut Hoaks,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (8/9).

Pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp itu bunyinya begini:

Assalamu’alaikum wr wb..
Just info! Dari Ditlantas Polda besok ada razia Masker serentak di seluruh wilayah indonesia, dan melibatkan langsung turun lapangan dari semua lintas sektor dan dari kejaksaan, polisi, Pom dll…dan kalau ada yg TDK pakai masker langsung di tindak bayar ditempat 250.000…tolong infokan ke keluarga,tetangga dan teman semua ya….jangan sampai kena denda.

Yusri menjelaskan, pihak yang berwenang melakukan razia terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sementara aparat TNI-Polri hanya mendampingi Satpol PP.

“Kewenangan razia itu ada di  teman-teman Satpol PP,” katanya. (Yos)

Comments

comments