Hongeo, Makanan Khas Korea yang Baunya seperti Toilet Umum

Hongeohoe makanan khas kawasan sekitar kota Mokpo yang merupakan kota pelabuhan di Jeolla Selatan, Korea Selatan---foto Gael Chardon/Flickr

Acuantoday.com— Korea memiliki banyak kuliner yang enak banget. Bibimbap, kimchi, jjajangmyeon, japchae atau chapchae, miyeok Guk (sup rumput laut), dll. Semuanya enak. Bagaimana dengan hongeo atau hongeohoe, irisan ikan pari yang dihidangkan dalam keadaan mentah?

Ini yang jadi masalah. Tidak semua orang berani makan makanan ini. Lho? Bukan soal rasa, tapi baunya, alamak ampunn! Bau hongeo ini digambarkan mirip dengan bau toilet umum yang jorok, wah. Anda tahu kan seperti apa bau toilet umum itu, amonia yang menyengat, bikin orang hilang selera makan. Begitulah hongeo.

Ini adalah masakan khas kawasan sekitar kota Mokpo yang merupakan kota pelabuhan di Jeolla Selatan. Hidangan ini sering dihidangkan sebagai makanan pesta seperti di pesta pernikahan. Walaupun demikian, rumah makan di kota-kota besar seperti Busan atau Seoul juga menyediakan hongeohoe.

Hanya saja, konon, tidak semua orang berani makan hongeo, bahkan orang Korea sekalipun karena tak tahan akan bau amonia makanan ini. Mengutip oddity central, hidangan ini dianggap aneh karena aromanya yang menyengat yang digambarkan sebagai campuran bau khas toilet umum yang kotor dan cucian basah  yang dibiarkan terendam berhari-hari.

Tak heran kalau banyak orang Korsel pun tak berani mendekati makanan ini. Padahal rasanya, kata seorang penggemar hongeo, luar biasa enak dan bikin ketagihan. Hanya saja, diakui juga olehnya, kalau dia pun sesungguhnya kadang tak tahan dengan bau hongeo.

Persoalan tidak hanya sampai situ. Pasalnya, bau hongeo ini bukan hanya bertahan di mulut tapi juga menempel dipakaian kita seperti parfum. Bisa jadi itu juga yang membuat sebagaian masyarakat Korsel malas mencoba hongeo, karena bukan hanya mulut mereka saja berbau busuk tapi juga pakaian yang dikenakan pun ikut busuk.

Karena itu, restoran khusus Hongeo menyarankan pelanggan menyimpan jaket mereka di kantong plastic sebelum makan dan menyemprot dengan deodorant sebelum pergi.

“Saya tidak mengerti siapa yang mau membayar untuk makan ikan busuk di restoran yang baunya seperti toilet umum yang najis,” kata seorang pria Korea Selatan kepada New York Times.

Sementara blogger makanan Joe McPherson menyebut,” Saya sudah makan anjing, durian, dan serangga, tapi ini adalah makanan paling menantang yang pernah saya makan.”

“Ini, seperti menjilat urinoir,” tambahnya. Urinoar atau urinoir atau peturasan adalah perangkat sanitasi yang dikhususkan untuk buang air kecil. Kenapa bau ammonia ikan pari ini demikian menyengat, ternyata ada penjelasannya.

Rupanya ikan pari tidak seperti hewan lainnya dalam membuang air seni. Ikan pari mengeluarkan air seni melalui kulitnya nah itulah yang direndam oleh juru masak hongeo selama sebulan untuk mendapatkan kelezatan hongeo. Maka tak heran kalau ikan pari yang sudah difermentasi itu berbau ‘aduhaiii’. Untuk mengurangi pengaruh bau itu, biasanya orang menyantap hongeo dengan minuman beralkohol yang disebut makgeolli. ***dian

 

Comments

comments