Hujan Abu Merapi Guyur Klaten dan Boyolali

Hujan abu tipis Gunung Merapi mengguyur Kabupaten Klaten

Acuantoday.com Yogyakarta – Hujan abu tipis Gunung Metapi mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Klaten dan Boyolali, Selasa (18/1/2021).

Relawan pantauan visual Gunung Merapi di Pos Induk Balerante Dukuh Gondang Klaten, Lek Min mengatakan hujan abu tipis hanya sebentar dan tidak terlalu menggangu aktivitas warga. Hujan abu kali ini merupakan yang kedua kalinya mengguyur Balerante.

“Hujan abunya cuma numpang lewat terbawa angin. Kalau awan panasnya sekitar 200 detik, ke arah barat daya, Krasak dan Boyong,” kata Lek Min.

Diperkirakan hujan abu tipis dimulai pukul 03.00 sampai 07.00 WIB. Derasnya hujan abu pada awal pukul 03.00 WIB. Dampak hujan diketahui pada pagi hari yang terlihat pada atap rumah, tanaman, dan kendaraan.

Warga kawasan rawan bencana (KRB) III Balerante masih tetap mengungsi di tempat evakuasi sementara (TES) di balai desa.

Sementara, sejumlah desa di dua Kecamatan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah juga diguyur hujan abu. Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Musuk dan Tamansari yang berada di lereng Gunung Merapi sebelah timur. Guyuran hujan abu Merapi terlihat jelas di jalan maupun menempel pada dedaunan dan kendaraan.

Kepala Desa (Kades) Ringin Larik, Nanik Haryani mengaku pagi sekitar pukul 04.30 WIB saat keluar rumah mobil yang terparkir di halaman rumah sudah dipenuhi abu. “Sehabis salat Subuh saya keluar rumah, melihat keluar halaman rumah dan mobil saya sudah penuh dengan abu,” kata dia.

Sementara data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat terjadi awan panas dan guguran pada pukul 02.37 WIB dengan jarak luncur 1800 meter mengarah ke Sungai Krasak dan Bohong dengan tinggi kolom 500 meter. Saat ini status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga dengan radius aman 5 kilometer dari puncak.

Sedangkan, ratusan warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kembali ke tempat pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melaporkan hingga Selasa 19 Januari 2021 jumlah warga pengungsi yang berada di area tersebut mencapai 500 jiwa.

Jumlah itu terdiri dari sejumlah desa yang menurut BPPTKG diprakirakan rawan terhadap erupsi Gunung Merapi.
Namun demikian, terdapat satu desa yang tidak masuk dalam rekomendasi rawan oleh BPPTKG, namun dengan kesadaran sendiri mereka ikut mengajukan pengungsian dan difasilitasi oleh Pemkab Magelang.

“Jumlah itu dinamis, artinya ada yang masuk dan keluar setiap harinya. Kan mereka ada juga yang bosan di barak pengungsian atau rindu dengan rumah dan ternaknya makanya pulang,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Selasa (19/1/2021).

Edi menerangkan, pihaknya membagi wilayah kerja menjadi 10 posko di tempat evakuasi akhir (TEA) yakni meliputi sektor barak, logistik, keamanan, kesehatan, evakuasi dan lain sebagainya. (Chaidir)

Comments

comments