Hujan Ekstrem di Jakarta, Sejumlah Wilayah Terendam, TransJakarta Alihkan Lima Layanan

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Bojana Tirta Raya Pulogadung, Jakarta Timur, yang tergenang air hujan setinggi 20-50 sentimeter, Kamis (18/2/2021). (ANTARA/HO-Sudinhub Jaktim).

Acuantoday.com— Hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang hari menimbulkan genangan dimana-mana. Di Jakarta Timur misalnya, sejumlah ruas jalan terendam genangan dengan ketinggian bervariasi.

Di antaranya, Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Bojana Tirta Raya, Kecamatan Pulogadung. Selain itu genangan air juga merendam badan Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

“Kedalaman air di Jalan Bojana Tirta Raya sekitar 20-50 sentimeter akibat luapan waduk di halaman kantor Bea Cukai,” kata petugas lapangan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Wahyu Setiawan, di Jakarta.

Menurut Wahyu hujan terjadi sejak pukul 10.30 WIB hingga 15.00 WIB. Air hujan yang biasanya tertampung di waduk Bea Cukai meluap setelah mengalami kelebihan kapasitas tampung. Akibatnya sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil mengantre dengan kecepatan rendah di salah satu sisi badan jalan yang tidak tergenang air.

Kondisi serupa juga tampak di Jalan Jenderal Ahmad Yani Rawamangun dengan ketinggian berkisar 20-30 sentimeter. Sejumlah pengendara sepeda motor yang menerobos genangan air, sebagian mengalami mati mesin.

Sejumlah petugas Sudin SDA dikerahkan untuk mempercepat proses menyurutkan air di masing-masing lokasi.

Secara terpisah Kasi Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Timur Riky Erwinda melaporkan genangan air juga menghambat arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Kelapa Dua Wetan setinggi 15 sentimeter.

Sementara Manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengalihkan lima layanan angkutan Mikrotrans akibat genangan air yang menghalangi pergerakan lalu lintas kendaraan pada beberapa lokasi  di wilayah Jakarta.

“Kondisi genangan air di sekitar lokasi membuat beberapa layanan Mikrotrans mengalami modifikasi rute,” kata Direktur Operasional TransJakarta Prasetia Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ada pun layanan yang dialihkan berlokasi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dengan rute sebagai berikut:

1.JAK 71 (Pinang Ranti-Kampung Rambutan)
Mengalami pengalihan rute untuk arah Kampung Rambutan, sementara arah sebaliknya normal.

Bus stop yang tidak melayani sementara, yakni Bus stop RPTRA Dukuh hingga seberang Terminal Kampung Rambutan.

2.JAK 37 (Cililitan-Condet via Kayu Manis)
Mengalami pengalihan rute terkait adanya genangan air di sekitar Jl H Ali untuk kedua arah.

Bus stop yang tidak melayani sementara, yakni Bus stop Gang H Loong hingga SDN Tengah 06.

3.JAK 31 (Blok M-Pondok Labu)
Mengalami pengalihan rute terkait adanya genangan air di sekitar Jl Damai Raya, sementara arah sebaliknya normal.

Bus stop yang tidak melayani sementara, yakni Bus stop Gang Reformasi Damai Raya.

4.JAK 43 (Cililitan-Tongtek)
Mengalami pengalihan rute terkait adanya genangan air di sekitar Jl Sawo Kecik untuk kedua arah.

Bus stop yang tidak melayani sementara untuk arah Tongtek, yaitu Bus stop Pertigaan Bukit Duri hingga Kelurahan Tebet Timur.

Arah Cililitan, yakni armada Bus stop SMA 8 hingga Pertigaan Bukit Duri.

5.JAK 18 (Stasiun Kalibata-Kuningan)
Pengalihan rute karena genangan air di sekitar Jalan Sawo Kecik pada kedua arah.

Bus stop yang tidak melayani sementara untuk arah Kuningan, yakni Bus stop Gang H Solihun hingga kawasan Keselamatan.

Layanan akan kembali normal apabila genangan sudah surut dan kondisi jalan dapat kembali dilewati oleh kendaraan.

“Di luar itu, Transjakarta tetap mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Namun jika harus ke luar rumah karena terpaksa, selalu pastikan untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujar Prasetia.

Seperti diketahui, genangan terjadi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir di Ibu Kota Jakarta karena adanya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jabodetabek. Bahkan, BMKG dan LAPAN menyampaikan peringatan dini terhadap para warga di wilayah Jabodetabek, agar mewaspadai potensi banjir akibat hujan berintensitas tinggi pada 18-19 Februari 2021.

Hujan tersebut mengakibatkan wilayah di Pulau Jawa berstatus siaga banjir akibat hujan terus berlangsung dalam durasi yang lama dan lebat.***dian/ant

 

Comments

comments