ICW Beri Rapor Merah untuk Firli Bahuri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Foto; Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan rapor merah untuk Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Sebabnya, KPK hingga kini tak kunjung bisa menangkap Harun Masiku, buron kasus suap jabatan anggota DPR RI periode 2019-2024.

Ketidakmampuan Firli menangkap Masuki sudah cukup membuktikan Firli gagal memimpin komisi antirasuah itu.

“(Kasus) Harun Masiku merupakan bukti ketidakmampuan Firli Bahuri memimpin lembaga antirasuah tersebut. Dia seakan hilang bak ditelan bumi,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana Kurnia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Acuantoday.com, Jumat (13/11).

Ia mengingatkan kembali kegagalan KPK menangkap Harus Masuki, sebab, sudah 300 hari sejak ditetapkan buron oleh KPK, hingga kini keberadaannya tidak juga diketahui.

Anggapan kegagalan KPK ini, lantas disebut Kurnia sebagai preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Sekaligus telah mengubah KPK menjadi lembaga yang tidak lagi disegani oleh para pelaku kejahatan,” imbuhnya.

KPK pun didesak mengevaluasi kinerja Tim Satgas Pemburu Harun, di samping mempertanyaan sejauh mana arahan Deputi Penindakan, selaku pihak yang mensupervisi tim tersebut. Bahkan, pantas saja dibubarkan, bila terbukti minim progres.

“Pimpinan KPK mesti mengevaluasi kinerjanya,” tegas Kurnia.

Harun Masiku sendiri berhasil lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada awal Januari 2020.

Saat itu KPK diketahui menangkap delapan orang dan menetapkan langsung empat tersangka, yakni menyeret eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, eks Anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina, dan kader PDIP Saeful Bahri.

Dalam perkara suap ini, Wahyu diduga menerima sejumlah uang dari Harun. Uang suap dalam upaya memengaruhi keputusan KPU agar Harun terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Padahal, KPU sebelumnya telah memutuskan mengalihkan suara yang diperoleh Nazarudin kepada Riezky Aprilia, caleg PDIP dengan perolehan suara terbanyak kedua di Dapil I Sumatera Selatan. (rwo)

Comments

comments