Imbas PSBB, Aktivitas Manufaktur Selama September Melemah

Ilustrasi-Aktivitas perakitan mobil di pabrik otomotif./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Aktivitas manufaktur melemah di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi Covid-19. Hal ini ditunjukkan oleh Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang turun dari 50,8 di Agustus menjadi 47,2 di September 2020.

PSBB juga menghambat kemampuan penyedia bahan baku (supplier) untuk memasok input secara tepat waktu.

Data PMI, seperti dikeluarkan oleh IHS Markit, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Keuangan, menjelaskan, harapan output tahun 2021 sangat tinggi, tetapi optimisme tersebut akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi.

Purchasing Managers’ Index atau PMI adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan melakukan survei terhadap sejumlah purchasing manager di berbagai sektor bisnis.

Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur yang disebut indeks PMI Manufacturing dan sektor jasa yang disebut indeks PMI Services. Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai lembaga survey termasuk negara-negara mata uang utama.

Lebih lanjut, penurunan PMI terjadi di sisi permintaan baru (new order), meskipun penurunannya lebih lambat dibandingkan kontraksi yang dalam pada Maret dan Juni saat puncak pandemi.

Penurunan penjualan berkontribusi pada kenaikan kapasitas berlebih (spare capacity) yang tercermin juga pada penurunan pekerjaan yang harus diselesaikan (backlogs of works) yang menghambat perekrutan tenaga kerja lebih lanjut.

Perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian dan stok guna melakukan efisiensi. Tekanan di biaya input didorong oleh depresiasi nilai tukar dan diikuti oleh rendahnya harga penjualan. Tercatat sejumlah perusahaan memberikan diskon untuk merangsang penjualan. (adi)

Comments

comments