Imbau Pelajar Tak Ikut Demo, Polisi Ajak Lembaga Pendidikan Ikut Aktif

Aparat kepolisian mengamankan sejumlah demonstran saat aksi massa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10). Rahmat (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta―Aksi unjuk rasa yang banyak melibatkan pelajar menjadi keprihatinan polisi. Untuk itu, pihak berwenang mengajak lembaga pendidik untuk ikut menjaga jangan sampai siswa dimanfaatkan sekelompok orang dengan menunggangi Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kami mencari solusi terbaik agar para pelajar jangan sampai dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok antikemapanan, yang kemudian juga menimbulkan aksi-aksi anarkis,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Senin (26/10). 

Nana mengaku bertemu dengan para kepala sekolah se-Jabodetabek. Ia meminta lembaga pendidikan ikut melarang pelajar agar tak sampai ikut demo tolak Undang-undang Cipta Kerja. 

Data dari Polda Metro Jaya menyebut, selama pekan unjuk rasa di Ibu Kota, polisi menangkap sebanyak 2.667 demonstran dengan 70 persen di antaranya berstarus pelajar. 

Jumlah  pelajar itu tersebar dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Sukabumi, Subang, Cilegon hingga Indramayu. 

Sebanyak 143 dari 2.667 demonstan ditetapkan jadi tersangka, sementara 67 orang ditahan dan 31 di antaranya merupakan pelajar.

Nana mengklaim keterangan banyak pelajar menyebut ikut demo karena ajakan dari media sosial. Karena itu, polisi mengejar pelaku yang menyebar konten ajakan demo di media sosial. 

Sejauh ini, polisi telah menangkap lima pengelola akun media sosial yang diduga memprovokasi pelajar untuk turun aksi. Diketahui, para pelaku juga ada yang berstatus pelajar. 

“Kami menginbau kepada kepala sekolah untuk mengingatkan anak didiknya agar tak terpengaruh dengan hasutan kelompok negatif,” kata Nana. (rwo)

Comments

comments