IMF Ingatkan Pemulihan Ekonomi Global Bakal Alami “Pendakian Panjang”

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva./Foto: Antara (Xinhua)

Acuantoday.com, Washington―Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan, perekonomian global bakal mengalami “pendakian panjang” menuju pemulihan akibat pandemi COVID-19.

“Panjang, tidak rata, dan tidak pasti,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva Selasa (6/10), waktu setempat.

Dikatakan, aktivitas ekonomi global mengalami penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua tahun ini, ketika sekitar 85 persen ekonomi dunia terkunci selama beberapa minggu.

Georgieva pada acara virtual yang diadakan oleh London School of Economics menjelang pertemuan tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia, itu menyebut, pada Juni, IMF merevisi perkiraannya untuk ekonomi global di tengah meningkatnya dampak COVID-19, memproyeksikan PDB global turun sebesar 4,9 persen pada 2020, atau 1,9 poin persen di bawah perkiraan April.

Namun, Georgieva mengatakan, gambaran ini tidak terlalu mengerikan. 

“Kami sekarang memperkirakan bahwa perkembangan pada kuartal kedua dan ketiga agak lebih baik dari yang diperkirakan, memungkinkan revisi naik kecil pada perkiraan global kami untuk 2020,” katanya.

Perkiraan yang diperbarui akan dirilis minggu depan.

Menurut perkiraan IMF, pemerintah di seluruh dunia telah memberikan sekitar 12 triliun dolar AS dukungan fiskal kepada rumah tangga dan perusahaan-perusahaan, bersama dengan tindakan kebijakan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya”

Terlepas dari revisi kenaikan perkiraan global, Ketua IMF mencatat, ada kesenjangan yang luar biasa dalam kapasitas respons antara negara-negara maju dan negara-negara miskin, menambahkan bahwa negara-negara emerging markets serta negara-negara berpenghasilan rendah dan rapuh “terus menghadapi situasi genting.”

“Ekonomi global sedang bangkit kembali dari kedalaman krisis. Tapi bencana ini masih jauh dari selesai,” kata Georgieva.

Dia menyoroti tingkat utang publik global yang mencapai rekor tertinggi, yang merupakan akibat dari respons fiskal terhadap krisis dan kerugian besar pada produksi dan pendapatan. 

IMF memperkirakan utang publik global akan mencapai sekitar 100 persen dari PDB pada 2020.

“Sekarang ada risiko kerusakan ekonomi yang parah akibat kehilangan pekerjaan, kebangkrutan, dan gangguan pendidikan,” kata Georgieva. (ahm)

Comments

comments