Indonesia Punya Produk ETF Terbanyak di ASEAN

Ilustrasi-Grafik pergerakan bursa di gedung BEI Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Indonesia menjadi negara yang memiliki produk Exchange Traded Fund (ETF) atau reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif, paling banyak di antara negara-negara ASEAN.

“Sekarang kita lihat jumlah ETF kita ini adalah terbanyak di antara bursa-bursa lain di ASEAN yang underlying-nya adalah local index-nya. Kalau kita lihat di tahun ini kita sudah ada 45 ETF,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (3/11).

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah ETF terus meningkat. Jika pada rentang 2007 hingga 2017 hanya ada pertambahan 12 ETF, pada 2018 jumlah ETF bertambah 10 ETF sehingga total menjadi 24 ETF.

Pada tahun lalu ETF mencapai rekor yaitu bertambah 14 ETF dan pada tahun ini hingga September 2020 ada tambahan 7 ETF sehingga total ETF saat ini mencapai 45 ETF.

Jumlah ETF tersebut lebih banyak dibandingkan Singapura yaitu 28 ETF. Padahal pada 2018 dan 2019 jumlah ETF di negara tersebut mencapai 51 ETF, bahkan pada 2017 mencapai 64 ETF.

“Di Singapura sendiri perkembangannya cukup menarik. Jumlah ETF yang semula di angka 50-an sekarang sudah di angka 28. Thailand perkembangannya stagnan di angka 16 ETF per tahun ini, Malaysia di angka 20, dan Filipina baru mulai di angka 1 ETF,” kata Hasan.

Selain jumlah ETF, lanjut Hasan, jumlah perusahaan Manajer Investasi (MI) yang menerbitkan produk ETF juga bertambah dari semula hanya bertambah dari dua MI pada 2007 menjadi tiga MI pada 2017, pada 2018 meningkat menjadi 8 MI, lalu menjadi 18 MI pada 2019, dan mencapai 22 MI hingga September 2020.

“Diler partisipan juga dari dua meningkat jadi 3, lalu 6, dan tahun ini sudah ada 7 diler partisipan,” ujar Hasan.

Diler Partisipan (DP) adalah pihak yang telah melakukan perjanjian dengan MO untuk berperan sebagai penyedia likuiditas dalam perdagangan ETF. DP wajib memberikan kuotasi bid dan offer baik di pasar primer maupun pasar sekunder selama jam perdagangan ETF.

Saat ini terdapat tujuh DP di Indonesia yaitu Indo Premier Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Bahan Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Phillip Sekuritas, Panin Sekuritas, dan Mirae Asset Sekuritas.

Sementara itu dari sisi dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) ETF juga meningkat dari Rp8 triliun pada 2017 menjadi Rp12 triliun pada 2018. Lalu pada tahun lalu naik menjadi Rp14 triliun dan hingga September 2020 menurun menjadi Rp13,3 triliun. (mad)

Comments

comments