Influencer Diharapkan Jadi Role Model Atasi COVID-19

Ilustrasi - Informasi dan komunikasi dengan mudah diakses melalui media sosial (medsos) melalui perangkat telepon seleluar. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta para pelaku kepentingan memainkan peran influencernya untuk saling membantu, dan memberikan contoh dalam menggaungkan 3M dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Cara hidup sehat, cukup tidur dan makan, minum air putih, meditasi, olahraga, membuat aturan dan tegakkan aturan,” kata Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12).

Seorang influencer yang memiliki jutaan pengikut (follower) di media sosial diyakini bisa memberikan pengaruh di masyarakat. Mereka bisa merupakan selebritis, blogger, youtuber, ataupun seorang public figure yang dianggap penting di komunitas tertentu.

Azis meminta para Influencer yang mengkampanyekan penerapan 3M juga harus mengikuti dan mentaati protokol kesehatan, dan mencontohkan kepada masyarakat di setiap kesempatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

“Dimulai dari lurah camatnya atau bupatinya, kiainya atau pemimpin gereja, pemimpin adat, atau bisa jadi pengusaha yang begitu berpengaruh, selebgram (Instagram, Youtube, Facebook, Twitter) jadi role model perubahan perilaku untuk atasi COVID-19,” ujarnya.

Dijelaskan Anggota Komisi III DPR RI ini, influencer akan memberikan manfaat dengan membangun trust, meningkatan kepedulian, efektif tepat mengenai target masyarakat yang dibutuhkan saat ini.

“Contohkan misalnya kalau rapat memakai masker, berbicara menjaga jarak, mencuci tangan di setiap kesempatan, menghindari kerumunan apalagi saat makan hindari berdekatan,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini mengtitik beratkan pada pendekatan cara influencer, yang menjadi role model. Tetapi hal itu harus disesuaikan karena beda-beda karakter, wilayah atau daerah.

“Dimana disitu ada komunitas pekerjaan, hobi, almamater, bisnis dan perkumpulan lainnya. Di sini peran leader atau orang-orang yang dianggap penting yang bisa mempengaruhi,” jelasnya.

“Sekali lagi perubahan perilaku diupayakan pertama kali dengan mengidentifikasi dulu di masyarakat-masyarakat tertentu siapa yang influencer-nya. Kemudian kita ngomong ke influencer-nya untuk menyatukan cara berpikir, cara pandang, dan juga cara menanggulangi COVID-19 ini bersama-sama,” tutup Azis. (rht)

 

Comments

comments