Inggris Wajibkan Karantina 14 Hari Pendatang Dari Negara “Daftar Merah”

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengacungkan jempol kepada pasien setelah mereka diberi vaksin saat ia mengunjungi pusat vaksinasi COVID-19 di Batley, West Yorkshire, Inggris, Senin (1/2/2021). Foto:Reuters

Acuantoday.com, London – Inggris mewajibkan warga dari 33 negara “daftar merah” yang masuk ke negara itu menjalani 14 hari dikarantina di kamar hotel, untuk menghentikan penyebaran varian baru virus corona. Aturan itu mulai diterapkan Senin (15/2).

Hal itu menandai upaya terbaru untuk mencegah Inggris masuk ke dalam krisis setelah gelombang kedua varian COVID-19.

Kasus-kasus baru, kematian, dan pasien rawat inap menurun tajam dan program vaksinasi telah menjangkau lebih dari 15 juta orang, tetapi para menteri Inggris masih khawatir bahwa mutasi baru virus corona dari luar negeri dapat merusak kemajuan kondisi yang ada.

“Saat virus mematikan ini berevolusi, pertahanan kita juga harus berkembang. Aturan yang mulai berlaku hari ini akan mendukung sistem karantina dan memberikan lapisan pengamanan lainnya terhadap varian baru virus corona di perbatasan,” kata menteri kesehatan Inggris, Matt Hancock.

Pemerintah telah menyiapkan 4.963 kamar hotel yang harus dipesan terlebih dahulu sebagai bagian dari ‘paket karantina’. Hotel-hotel itu akan memiliki “keberadaan keamanan yang terlihat”, kata pemerintah. Sebanyak 58.000 kamar hotel tambahan sudah disiapkan.

Negara-negara yang masuk dalam daftar merah Inggris termasuk Afrika Selatan dan Brazil, dan kedua negara itu telah mengalami kasus varian baru virus corona yang dapat mengurangi kemanjuran vaksin COVID yang ada.

Para menteri kabinet Inggris telah dikritik oleh lawan mereka karena dinilai terlalu lambat untuk menutup perbatasan untuk mencegah masuknya varian baru virus corona, setelah pertama kali mengumumkan rencana karantina hotel pada Januari.

Sementara itu, kedatangan dari negara-negara yang tidak termasuk dalam daftar merah harus dikarantina di rumah selama 10 hari dan menjalani dua tes COVID-19.

Aturan pembatasan karantina yang lebih ketat juga menerapkan pengenaan denda dan hukuman berat dengan potensi hukuman penjara hingga 10 tahun. (Bram/Antara/Reuters)

 

Comments

comments