Ingin Kasih Pelajaran, Prospera Ancam Demo Arya Sinulingga

Ketua Umum Pospera, Mustar Bona Ventura Manurung sekaligus pelapor (kiri), dan Sarmanto, Ketua LBH Pospera (kanan) melaporkan Stafus Menteri BUMN ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/11) atas ucapan Arya Sinulingga yang menuding Komisaris BUMN dari kader Pospera telah membuat rugi keuangan negara. (Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta-Perkara antara Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga melawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) berbuntut panjang. Selain dilaporkan ke polisi, Arya juga bakal didemo.

Namun, demo yang sebelumnya diagendakan berlangsung Senin (23/11) ini di depan BUMN, terpaksa ditunda karena pertimbangan protokol kesehatan COVID-19.

Kata Ketua Pospera Mustar Bona Ventura, aksi massa dan pelaporan ke polisi bukan semata upaya buat bikin kapok Arya, tapi lebih dari itu.

Pertama, ucapan Arya yang dinilai memfitnah organisasinya telah mencederai hakikat demokrasi. Alih-alih bebas berpendapat, ucapan yang tak berdasar data dan fakta, justru menihilkan hakikat demokrasi.

“Kami ingin mengajarkan Arya tentang hakekat Demokrasi bahwa demokrasi tidak bisa dibangun di atas fitnah, hoax dan kebencian,” kata Mustar dalam rilis pers, Minggu (22/11).

Lantangnya suara mengkritik sesuatu, semestinya dibangun oleh argumen berbasis data yang kuat. Dalam kerangka berpikir demikian, Mustar menilai ucapan Arya begitu tendensius menyerang Pospera. Suatu hal yang disayangkan, mengingat statusnya seorang pemangku kepentingan demi rakyat.

“Kami mau mengajarkan Arya untuk menyadari bahwa dia dibayar oleh negara untuk bekerja bukan untuk menyebarkan fitnah,” tutur Mustar.

Perkara ini sendiri bermula dari perkataan Arya dalam media sosial pada awal Oktober, yang menyebut Komisaris BUMN dari kader Pospera cuma membikin rugi keuangan negara.

Pernyataan Arya lantas dibantah, karena data yang digali Pospera menunjukkan kinerja keuangan setiap BUMN yang dihuni kader Pospera sebagai komisarisnya, justru mencetak laba. Misal Perum Damri, yang meraup laba Rp43 Miliar pada 2019.

Berbekal data, yang bisa membuktikan perkataan Arya hanya hoaks, Pospera kemudian melaporkan tangan kanan Menteri Erick Thohir itu ke polisi pada pertengahan Oktober. Polri sendiri mengonfirmasi sudah menerima 12 laporan dengan total 11 laporan di Polda berbeda di seluruh Indonesia dan satu laporan tercatat di Bareskrim. (rwo)

Comments

comments