Ingin Sehat? Kurangi Atau Hindari 3 Daging Ini

Ilustrasi--- Image Credit: bhofack2/iStock/GettyImages

Acuantoday.com— Pesan-pesan seperti ini mungkin sudah sering Anda dengar. ‘Jangan sering-sering makan daging goreng, misalnya, tidak baik untuk kesehatan.’ Masalahnya, diakui atau tidak, makanan-makanan itu memang enak dan popular di masyarakat.

Sebuah penelitian menyebut sering makan makanan yang digoreng atau makan empat kali dalam seminggu akan secara signifikan meningkatkan risiko menjadi kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan membatasi makanan yang digoreng kurang dari dua kali minggu.

Pilihan tergantung pada Anda. Apakah ingin sehat atau hanya memenuhi kesenangan ‘perut’. Dikutip dari livestrong, berikut ini tiga jenis daging harus kamu batasi asupannya atau hindari. Jadi tetap boleh jika Anda menginginkannya tapi dibatasi dalam jumlah.

1.Daging Goreng

Bahkan jika Anda mengambil daging yang lebih sehat seperti ayam, melapisinya dengan breading dan menggoreng, itu tidak akan membawa manfaat sama sekali bagi kesehatan Anda. Tidak ada nutrisi pada makanan itu. Sebaliknya, kandungan kalori dan lemak makanan itu meningkatkan.

Contoh kasus: satu porsi 3 ons ayam goreng tender memiliki 250 kalori, 13 gram lemak dan 15 gram protein, dibandingkan dengan porsi yang sama dari dada ayam, yang memiliki 135 kalori, 3 gram lemak dan 28 gram protein, menurut USDA.

Ini dapat membantu menjelaskan mengapa dalam studi Nutrisi, Metabolisme, dan Penyakit Kardiovaskular Februari 2013, para peneliti menemukan bahwa makan makanan yang digoreng lebih dari empat kali seminggu secara signifikan meningkatkan risiko menjadi kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan membatasi makanan yang digoreng kurang dari dua kali minggu.

2.Daging Merah Olahan

Bacon, hot dog, dendeng, salami, dan sosis adalah contoh utama daging merah olahan. Mereka lebih tinggi kalori, lemak jenuh dan natrium, dibandingkan dengan potongan daging merah yang lebih ramping dan kurang diproses. Menurut American Heart Association (AHA), itu membuat buruk bagi jantung kita.

Daging sapi tanpa lemak seberat 3 ons memiliki 120 kalori, 3 gram lemak, 1 gram lemak jenuh dan 22 gram protein, sedangkan porsi yang sama daging asap memiliki 400 kalori, 30 gram lemak dan 10 gram protein.

Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi daging olahan — bahkan dengan hanya 2 persen dari total kalori Anda – dan menggantinya dengan protein nabati, terkait dengan risiko kematian 32 persen lebih rendah, menurut AHA.

3.Ikan Merkurius

Meskipun ikan dan makanan laut bisa menjadi sumber protein dan vitamin dan mineral penting, ikan juga bisa mengandung merkuri tinggi. Untuk membatasi atau mengurangi eksposur Anda, hindari tilefish, swordfish, king mackerel, ahi tuna, bigeye tuna dan orange roughy, seperti yang terdaftar oleh Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam.

Anda juga perlu berhati-hati dalam hal tuna kalengan. Cakalang atau tuna ringan adalah pilihan yang lebih aman. Tuna albacore lebih tinggi merkuri dan harus dibatasi.***dian

Comments

comments