Ini 13 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Anda Terkena Demensia

Ilustrasi scanning cedera kepala--sumber foto WebMD

Acuantoday.com— Sering lupa, sulit mempelajari hal baru, sulit berkonsentrasi atau kesulitan mengingat waktu dan tempat, waspadalah. Itu adalah sebagian dari gejala awal demensia atau penurunan daya ingat dan cara berpikir. Untuk memastikannya tentunya kita harus konsultasi ke dokter karena sekalipun ada tanda-tanda itu, belum tentu kita menderita demesia.

Demensia atau penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya.

Jenis demensia yang paling sering terjadi adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan perubahan protein di otak. Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak.

Mengutip WebMD, berikut ini beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami demensia.

Usia

Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum. Sekitar sepertiga dari orang berusia 85 tahun ke atas menunjukkan tanda-tanda penyakit ini. Gen yang Anda peroleh dari orang tua Anda berperan pada usia ini, tetapi begitu pula hal-hal seperti diet, olahraga, kehidupan sosial Anda, dan penyakit lainnya. Demensia bukanlah bagian normal dari bertambahnya usia.

Penyakit Jantung

Serangan jantung atau stroke dapat menyebabkan terjadinya demensia. Penyakit jantung biasanya disebabkan oleh penumpukan plak di arteri di sekitar jantung Anda (aterosklerosis). Hal itu dapat memperlambat aliran darah ke otak dan membuat Anda berisiko terkena stroke, sehingga lebih sulit untuk berpikir atau mengingat sesuatu dengan baik. Dan banyak hal yang menyebabkan penyakit jantung – merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi – juga dapat menyebabkan demensia.

Diabetes

Dokter tidak dapat memastikan mengapa penderita diabetes lebih sering mengalami demensia. Tetapi mereka tahu bahwa penderita diabetes lebih mungkin mengalami kerusakan pembuluh darah. Ini dapat memperlambat atau memblokir aliran darah ke otak, dan merusak area otak, yang menyebabkan apa yang disebut demensia vaskular. Beberapa orang mungkin dapat memperlambat penurunan otak jika mereka mengendalikan diabetes dengan obat-obatan, olahraga, dan diet sehat.

Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi, terutama di usia paruh baya, dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Semua ini meningkatkan risiko demensia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kolesterol tinggi di usia paruh baya dapat berisiko penyakit Alzheimer di kemudian hari, tetapi kaitan pastinya tidak jelas.

Tekanan Darah Tinggi

Meskipun Anda tidak memiliki masalah kesehatan lain, memiliki tekanan darah tinggi membuat Anda lebih mungkin terkena demensia vaskular dan Alzheimer. Itu mungkin karena tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah di otak Anda. Ini juga dapat menyebabkan kondisi lain yang menyebabkan demensia, seperti stroke. Mengelola tekanan darah Anda dengan diet dan olahraga – dan pengobatan, jika diperlukan – dapat memperlambat atau mencegah hal ini terjadi.

Depresi

Jika Anda pernah mengalami kondisi umum ini, Anda mungkin lebih mungkin terkena demensia. Ilmuwan belum yakin bahwa itu penyebabnya. Ini mungkin hanya gejala awal atau tanda penyebab lain seperti penyakit Parkinson dan Huntington. Bicaralah dengan dokter atau terapis jika Anda merasa sedih selama lebih dari 2 minggu, dan segera, jika Anda berpikir untuk melukai diri sendiri. Terapi dan pengobatan dapat membantu mengatasi depresi.

Cedera Kepala

Satu cedera otak traumatis ringan mungkin tidak membuat Anda terkena demensia di kemudian hari. Tapi pukulan atau jatuh yang lebih parah atau berulang, dapat menggandakan atau melipatgandakan risiko Anda, bahkan bertahun-tahun setelah pertama kali.

Pergi ke rumah sakit jika kepala Anda terbentur dan Anda pingsan atau penglihatan kabur, atau merasa pusing, bingung, mual, atau menjadi terlalu peka terhadap cahaya.

Kegemukan

Terlalu gemuk di usia paruh baya bisa membuat Anda berisiko. Ini juga meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung dan diabetes, yang terkait dengan demensia. Anda dapat memeriksa BMI (indeks massa tubuh) Anda secara online untuk melihat apakah berada dalam kisaran ‘obesitas’. Dokter Anda dapat membantu Anda menetapkan tujuan penurunan berat badan yang tepat untuk Anda. Diet sehat dan olahraga teratur dapat membantu Anda.

Gen

Demensia bisa juga disebabkan karena gen. Tapi demensia tidak selalu diturunkan dalam keluarga. Bahkan sekalipun Anda memiliki gen itu, belum tentu Anda mendapatkannya.

Jika Anda berpikir untuk melakukan pengujian genetik untuk Alzheimer, tanyakan kepada dokter Anda tentang pro dan kontra – dan tentang konseling genetik. Dokter tidak secara rutin merekomendasikan tes tersebut.

Stroke

Ini yang paling umum menghalangi aliran darah ke area otak. Pembuluh darah yang rusak dapat membuat Anda sulit berpikir, berbicara, mengingat, atau memperhatikan (demensia vaskular). Hal-hal yang membuat kemungkinan terjadinya stroke – seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan merokok – juga meningkatkan risiko demensia.

Tidur yang Buruk

Banyak orang mengalami tidur malam yang buruk. Tetapi jika itu sering terjadi – sering kurang tidur – Anda kemungkinan besar akan terkena demensia, termasuk penyakit Alzheimer. Atur dan pertahankan rutinitas tidur dengan baik: Hindari alkohol, kafein, dan elektronik di malam hari, dan atur ritual tidur yang menenangkan dengan jam tidur yang teratur.

Merokok

Itu buruk untuk pembuluh darah Anda, dan itu membuat Anda lebih mungkin mengalami stroke yang dapat menyebabkan demensia vaskular. Itu mungkin menyebabkan masalah dengan berpikir atau mengingat. Bicaralah dengan dokter atau ahli kesehatan mental jika Anda merokok dan ingin dukungan untuk berhenti.

Demensia dengan Badan Lewy

Demensia dengan badan Lewy (Lewy body dementia ) dapat menyebabkan masalah pada ingatan dan gerakan. Ini adalah jenis demensia progresif yang mengarah pada penurunan fungsi berpikir, bernalar dan independen karena deposit mikroskopis abnormal yang merusak sel-sel otak seiring berjalannya waktu.

Seseorang dengan kondisi ini mungkin melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada (halusinasi). Meskipun tidak ada obatnya, dokter Anda dapat membantu mengatasi gejalanya.

HAL HAL YANG BISA MEMBANTU

Ada beberapa hal yang bisa membantu untuk mencegah terkena demensia. Di antaranya adalah diet. Pola makan tradisional ala Mediterania sangat baik untuk jantung Anda juga baik untuk otak Anda. Mengkonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun dan lemak sehat lainnya seperti alpukat (dalam jumlah sedang), dan meminimalkan konsumsi daging merah, akan baik untuk Anda.

Selain itu olahraga atau aktif gerak fisik. Orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki mental yang tajam dan kecil kemungkinannya untuk terkena Alzheimer dan jenis demensia lainnya. Jika Anda sudah memiliki tahap awal dari kondisi ini (demensia), menjadi aktif dapat membantu Anda berpikir lebih jernih dan mengingat berbagai hal. Anda tidak harus olahraga ekstrem. Keluar saja untuk jalan-jalan, menari, berkebun, atau sesuatu yang serupa, yang dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu, bisa 30 menit atau lebih.***dian

Comments

comments