Ini 6 Cara Paling Manjur Redakan Stres

Sumber foto medicalnewstoday.com

Acuantoday.com— Anda pasti tahu pelatih sepakbola, atau sering mendengar tentang pelatih karier, tapi apakah Anda pernah mendengar tentang pelatih ketahanan. Mungkin ini seperti apa yang dilakukan kebanyakan psikolog.

“Pembina ketahanan atau pelatih ketahanan adalah seseorang yang membantu atau mendorong orang lain untuk melakukan  perubahan kehidupan bahkan ketika mereka berjuang dengan stres, konflik, dan kelelahan,” jelas Krystyna Kidson, MPsych, seorang psikolog dan pengawas pastoral yang menjalankan praktik pelatihan stres dan ketahanan dari Sydney, Australia.

Ia mengibaratkan pikiran, hati, dan tubuh sama dengan mesin mobil. “Bersama-sama semua itu mendorong melakukan suatu tindakan apapun itu,” katanya. Sementara stres diibaratkannya sebagai kotoran pada bahan bakar yang menyumbat mesin dan ini akan bermasalah jika tidak segera diperbaiki.

“Sebagai psikolog dan pelatih ketahanan, saya bertindak seperti ahli mekanik, menunjukkan kepada orang-orang cara ‘menyempurnakan mesin’ mereka sendiri sehingga dapat tampil baik dan tangguh di bawah tekanan,” ujar Krystyna Kidson.

Berikut ini tips menghilangkan stress dari Krystyna Kidson dan terapis klinis Nicole Weis, LPC, LAC, manajer program di Institut Nasional untuk Ketahanan Manusia di Universitas Colorado Colorado Springs (UCCS).

1.Kenali Apa yang Berjalan Baik

“Pada saat stres atau trauma, hal negatif cenderung membebani kita,” kata Weis. “Berbicara tentang apa yang berjalan baik dan apa yang membuat kita kuat dapat membantu menarik kita keluar dari kenegatifan itu.”

Dalam studi Penelitian dan Terapi Perilaku pada Maret 2016, orang-orang memvisualisasikan atau menulis tentang hasil positif dari hal-hal yang mengkhawatirkan mereka, atau memvisualisasikan gambar-gambar positif yang tidak terkait dengan kekhawatiran di pikiran mereka. Dalam ketiga kasus tersebut, kecemasan menurun, menunjukkan bahwa fokus pada hal positif dapat membantu melawan stres.

2.Cari Dukungan Sekeliling Anda

Sebagian besar dari kita memiliki akses untuk membantu. Namun, kita mungkin tidak menyadari semua yang ada di luar sana. Pikirkan tentang sumber daya apa yang Anda miliki yang dapat Anda gunakan untuk melakukan lebih baik lagi, kata Weis. Adakah kelompok komunitas, program online, atau bahkan tetangga atau teman dari teman yang dapat membantu dan meredakan stres Anda?

Ini ada beberapa ide:

Alih-alih ‘mencari masalah’ di media sosial, lebih baik gunakan platform seperti Facebook untuk menemukan kelompok orang yang berpikiran sama yang dapat Anda tambahkan ke jaringan dukungan Anda. Atau ikuti kursus online yang diarahkan pada teknik pengurangan stres, seperti program ketahanan online gratis dari UCCS.

Saat Anda tidak dapat melihat teman dan keluarga secara langsung, gunakanlah Zoom atau FaceTime, atau padukan dengan berolahraga bersama secara virtual.

3.Lepaskan Pikiran tidak Membantu

Pikiran-pikiran negative yang muncul kadang dapat menyebabkan sress. Namun bisa juga tidak, tergantung bagaimana Anda merespon ketika pikiran negatif itu muncul. Jadi ketika muncul, amati dulu. Perhatikan apakah Anda merasakan sensasi di tubuh Anda saat memiliki pikiran ini, kata Kidson, dan bernapaslah perlahan.

Selanjutnya adalah menghasilkan pemikiran yang benar atau positif untuk menggantikan yang ini (negative). Misalnya: “Saya mungkin tidak melakukan ini dengan sempurna, tetapi saya akan memberikan yang terbaik, dan itu cukup bagus. Ditambah lagi, saya bisa tumbuh dari kesalahan apa pun.”

Ini mungkin tampak klise, tetapi  ini telah terbukti berfungsi, menurut buku Cognitive Behavior Therapy pada Januari 2020.

4.Terhubung dengan Orang Lain

Ketika kita melihat seseorang yang kita kenal, kecenderungannya adalah bertanya dengan sangat cepat, ‘Apa kabar?’ dan terlibat dalam percakapan tingkat permukaan.

“Dengan kita menanyakan bagaimana keadaan mereka, sebenarnya kita tengah membangun kembali hubungan tersebut,” kata Weis. “Bahkan percakapan selama lima hingga 10 menit menghasilkan hubungan yang lebih bermakna. Dan semakin kita menjangkau dan membantu orang lain, semakin kita membangun ketahanan kita sendiri.”

Selain itu, memiliki dukungan sosial tampaknya membantu kita menjadi lebih tahan terhadap stres, menurut The Greater Good Science Center di University of California, Berkeley.

5.Renungkan Keberhasilan Masa Lalu

“Saya sangat yakin bahwa karena kita masih ada di dunia ini, dengan semua tekanan ini, berarti kita sudah memiliki tingkat ketahanan tertentu,” kata Weis. “Setiap orang mengalami stres; mereka menggali lebih dalam dan berhasil.”

Pikirkan tentang situasi lain di masa lalu ketika Anda stres dan identifikasi apa yang membantu Anda melewati masa-masa itu. “Ini membantu kami menyadari, ‘Saya di sini, saya ulet,'” Weis menjelaskan.

Dia memberi contoh dirinya, bagaimana menjalani kehidupan setelah mengalami kebakaran yang hampir  memusnahkan seluruh rumah. Ia mengingat bagaimana orang-orang di jejaring sosialnyan kala itu  banyak yang menawarkan bantuan. Dan itu sangat meringankan pikiran. Jadi, jika lain kali ia mengalami stress berat karena sesuatu, dia mungkin akan datang kepada teman ataupun keluarganya, untuk bantuan.

6.Luangkan Waktu untuk Perawatan Diri

“Beri diri Anda waktu untuk beristirahat dari semua stres sekarang,” saran Weis. “Katakan pada dirimu sendiri bahwa tidak apa-apa meluangkan waktu untuk dirimu sendiri.”

Ini bertentangan dengan tekanan masyarakat untuk pergi, pergi, pergi dan tidak pernah berhenti pergi. Tetapi meluangkan waktu sehari untuk tidak melakukan apa-apa atau berjalan kaki di hutan dapat membantu menciptakan jarak fisik yang Anda butuhkan untuk menjauh, bersantai, dan memulihkan diri secara mental.***dia

Comments

comments