Ini Alasan Luhut Ngotot Kembangkan Kendaraan Listrik Nasional

Sebuah bus listrik TransJakarta sedang menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan mengatakan, inilah saat yang terbaik untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, karena potensi besar yang dimiliki bangsa ini.

“Untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional saya termasuk yang paling ngotot. Karena kita tidak mau terus menerus menjadi pasar impor kendaraan,” kata Luhut, saat webinar Kesiapan Pemangku Kepentingan Dalam Percepatan Investasi Produksi Kendaraan Listrik dan Infrastruktur Pendukung di Jakarta, Sabtu (5/9).

Menurut Luhut, kendaraan listrik berpotensi besar untuk dikembangkan, apalagi teknologi ini relatif lebih mudah dikembangkan dan Indonesia memiliki nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku pembuatan baterai.

Ia mengataka, pemerintah saat ini telah mengeluarkan sejumlah payung hukum untuk mengembangkan kendaraan listrik, seperti Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. 

“Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik,” katanya.

Untuk mengembangkan kendaraan listrik, kata Luhut, Indonesia menggandeng dengan sejumlah negara antara lain China yang teknologi industri tersebut sudah sangat maju dan bahkan hampir merajai kendaraan listrik di dunia.

Indonesia, katanya, tidak perlu naif untuk belajar teknologi kendaraan listrik dari China mengingat negara itu memiliki pengalaman sangat lama dalam mengembangkan kendaraan listrik. 

Namun demikian, tegas Luhut, ke depannya harus ada transfer teknologi yang nantinya bisa dikembangkan oleh tenaga-tenaga ahli orang Indonesia.

“Untuk itu Indonesia sudah mengirimkan banyak tenaga-tenaga ahli dari berbagai universitas terkemuka ke China untuk belajar kendaraan listrik. Kita pelajari keberhasilannya juga kesalahan yang pernah mereka alami,” kata Luhut.

Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Satryo Soemantri, mengatakan, Indonesia dinilai telah siap menjadi produsen kendaraan listrik.

Alasannya, Indonesia memiliki cadangan bahan baku berupa nikel dan kobalt sangat besar untuk dikembangkan menjadi industri baterai lithium sebagai komponen utama kendaraan listrik.

“Kita tentunya tidak ingin menjadi importir kendaraan terus-menerus, tapi harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari sisi teknologi sebenarnya Indonesia sudah bisa menguasai,” kata Satryo.

Pemerintah juga mendorong swasta yang selama ini mengimpor kendaraan listrik untuk segera membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia dengan menggandeng prinsipal dari luar negeri.

Menurut Satryo, untuk tahap pertama Indonesia akan mencoba mengembangkan dua hal. Pertama, mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan kedua mengembangkan baterai lithium sebagai komponen penggerak utama dari kendaraan listrik.

“Harus berjalan paralel. Pengembangan kendaraan dan baterai, jalan bersama,” katanya. (ahm)

Comments

comments