Ini Makna Kemenangan Eri-Armuji di Pilkada Surabaya Versi Pengamat

Pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji/Foto:Antara

Acuantoday.com, Surabaya – Kemenangan pasangan Eri Cahyadi dan Armuji di Pilkada Surabaya merupakan bukti bahwa  pemilih PDIP sulit digoyahkan. Meski sejatinya, di dalam partai banteng moncong putih itu  terdapat faksi-faksi.

“Surabaya masih menjadi basis tradisional pemilih PDIP sulit digoyahkan, kendati ada faksi-faksi yang bersaing menggoyang di dalam,” kata pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, seperti dikutip Antara, Kamis (10/12).

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukan perolehan suara Eri-Armuji tak terkejar oleh rivalnya.

Hasil Populi Center menunjukan,  Eri-Armuji (Erji) mendapat   56,51 persen dan Machfud-Mujiaman (Maju) 43,49 persen, Surabaya Survey Center (SSC) Erji 57,34 persen dan Maju 42,66 persen, Poltracking Erji 57,41 persen dan Maju 42,59 persen dan Charta Politika Erji 56,28 persen dan Maju 43,72 persen.

Faktor yang mendongkrak suara Eri-Armuji, menurut Surokim,  adalah faktor Risma efek. Menurutnya, Risma tetap menjadi magnet kuat karena tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Risma tinggi relatif yakni 90 persen.

“Magnitude Risma ini melampaui semua pengaruh personal di Surabaya bahkan bisa melampaui pengaruh partai,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, beredarnya video hancurkan Risma yang dinilai membuat sentimen negatif dalam kontestasi di Surabaya sehingga kian menyolidkan pemilih ibu-ibu yang sentimentil dan merasa ikut terzalimi.

“Eri jadi sosok paling beda di antara empat kandidat karena paling muda dan good looking. Eri relatif diuntungkan berada di usia produktif yang sejalan dengan habit dan tren pemilih milenial,” katanya.

Terakhir, kata dia, bisa jadi penguasaan data, sense of crisis dan debat yang santun sehingga bisa menunjukkan penguasaan ketenangan dan solutif terhadap permasalahan kota. Selain itu, kinerja Eri dalam membangun kota dinilai paling pas sebagai suksesor Risma.

Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo. (Robi)

Comments

comments