Ini Permintaan Kemenkes Jika Terjadi Lonjakan Jumlah Pasien COVID-19 di Daerah

Staf Khusus Menteri Kesehatan, Jajang Edi Priyatno, saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, Jawa Tengah, Jumat pagi (2/10)./Foto:ist

Acuantoday.com, Purwokerto – Pemerintah Daerah sebaiknya memiliki perencanaan darurat dalam menangani pasien COVID -19. Jika di suatu wilayah terjadi lonjakan drastis jumlah kasus positif, maka pemerintah setempat hendaknya menyiapkan rumah sakit khusus untuk pasien COVID-19.

Staf Khusus Menteri Kesehatan, Jajang Edi Priyatno, menyampaikan imbauan itu saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, Jawa Tengah, Jummat pagi (2/10).

Jajang berharap Pemerintah Daerah cepat merespon perkembangan kasus baru COVID-19 di wilayahnya.

“Jika terjadi eskalasi jumlah kasus baru yang luar biasa, di setiap daerah harusada  rumah sakit khusus untuk pasien COVID -19,” ujarnya.

Dengan adanya rumah sakit khusus COVID-19, kata Jajang, diharapkan semua pasien yang terpapar virus corona tertangani dengan baik, sehingga angka kematian bisa ditekan.

“Hukumnya haram ada pasien COVID-19 yang ditolak masuk rumah sakit,” katanya.

Selain berknjung ke RSUD Banyumas, pagi ini Jajang juga bertemu dengan jajaran pemeritahan Kabupaten Banyumas membahas penanganan COVID-19 di wilayah itu.

Banyumas adalah kabupaten kelima yang dikunjungi Jajang, selaku koordinator task force COVID-19 Kementerian Keseahatan untuk Jawa Tengah, dalam tiga hari terakhir.

Sebelumnya, Jajang telah berkunjung ke Kabupaten Semarang, Magelang, Purworejo dan Kebumen untuk memantau penanganan COVID-19 serta sinkronisasi data.

Siang nanti, Jajang yang didampingi Tenaga Ahli Menkes, Andi, akan berkujung ke rumah karantina pasien COVID-19 Baturaden serta ke salah satu pondok pesantren untuk memantau penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19. (Rona)

 

 

Comments

comments