Ini Rahasia Kelezatan Oden Otafuku

Oden di Otafuku Restoran menggunakan kaldu yang berusia 65 tahun---sumber gambar youtube machilogmovie

Acuantoday.com— Jika suatu saat berkunjung ke distrik Asakusa, Tokyo, Jepang, jangan lupa mampir ke Otafuku. Ini adalah salah satu restoran tertua di Jepang dengan sajian unggulannya adalah oden, sup tradisional Jepang yang didalamnya terdapat berbagai bahan makanan antara lain lobak, konnyaku, telur rebus, chikuwa,  chikuwabu, bakso, daging, dll. Bahan aneka ragam itu direbus dengan kaldu.

Kaldu, memang menjadi salah satu kunci kenapa restoran yang dibuka sejak 1916 ini terkenal di mancanegara. Mengutip dari odditycentral.com, kaldu yang digunakan untuk merebus oden telah berusia 65 tahun. Artinya kaldu itu dipanaskan terus-menerus sejak 1945, tidak pernah dibuang. Wah!

sumber gambar youtube machilogmovie

Mungkin jika mengetahui fakta ini, sebagian orang akan merasa jijik. Tapi tidak bagi yang telah merasakannya. Menurut mereka justru rasa oden tersebut menjadi luar biasa.

Sebenarnya bukan hanya Otafuku yang melakukan itu. Banyak resto di Jepang, melakukan hal yang sama. Mereka berulang-ulang selama bertahun-tahun merebus kaldu yang sama. Jadi jika ada restoran yang menggunakan kaldu berusia 10 tahun itu adalah hal biasa. Konon, dari semua restoran itu, usia kaldu Otafuku adalah yang terlama, 65 tahun. Ini sama seperti sup mie daging sapi di Wattana Panich, Thailand, yang telah mendidihkan kaldunya selama 45 tahun.

sumber gambar youtube machilogmovie

Untuk menjaga agar kualitas kaldu terjaga baik, setiap malam kaldu itu disaring dan dikeluarkan dari panci tembaga tempat mendidihkan kaldu. Pot itu kemudian dibersihkan, setelah itu kaldu pun dimasukkan kembali ke dalam panci dan ditutup semalaman. Keesokan harinya, kaldu dipanaskan kembali dengan bahan-bahan segar dan air ditambahkan sesuai kebutuhan.

Menurut wikipedia, biang kaldu  dapat diawetkan tanpa batas waktu asalkan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan tidak rusak. Beberapa restoran di China —tempat diyakini sebagai asal-usul penyimpanan biang kaldu—  mengklaim telah mengawetkan kaldu mereka selama ratusan tahun, meneruskannya dari generasi ke generasi.

Namun, klaim tersebut tidak pernah divalidasi sehingga tidak lebih dari sekadar trik pemasaran. Berbeda dengan usia kaldu oden di Otafuku yang terdokumentasi dengan baik.***dian

Comments

comments