Ini Tanda-tanda Anda Kekurangan Vitamin D

Ilustrasi mendapatkan vitamin D dari sinar matahari-- sumber foto medicircle.in

Acuantoday.com— Vitamin D sangat penting untuk tubuh. Di antaranya untuk menyerap mineral seperti kalsium dan fosfor, membuat gigi dan tulang kuat. Vitamin D juga mendukung otot, syaraf dan system kekebalan tubuh Anda. Vitamin D bisa didapat dari sinar matahari maupun lewat makanan seperti telur, ikan berlemak, serta susu dan sereal.

Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementrian Kesehatan, kebutuhan harian vitamin D untuk wanita maupun pria dewasa adalah 15 mikrogram atau setara dengan 600 IU. Sedangkan lansia disarankan untuk mencukupi vitamin D harian sebanyak 20 mikrogram atau setara dengan 800 IU.

Dikutip dari webMD, beberapa tanda ini mungkin Anda kekurangan vitamin D.

Luka lambat sembuh

Luka pada orang yang tingkat vitamin D-nya rendah, tidak sembuh dengan cepat. Ini terutama pada orang yang menderita luka bakar. Penelitian sedang berlangsung untuk melihat apakah suplemen vitamin D dapat membantu orang pulih lebih cepat dari luka bakar dan luka lainnya.

Osteoporosis

Ini mempengaruhi sepertiga wanita antara usia 60 dan 70 tahun dan dua pertiga wanita 80 atau lebih tua. Yang perlu diingat, tidak cukup vitamin D membuat tubuh Anda lebih sulit menggunakan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga tulang tetap kuat. Tulang menjadi lebih ‘keropos’ dan mudah retak.

Nyeri Otot

Orang yang mengalami nyeri dan kelemahan pada otot dan tulang, sering kali tidak memiliki cukup vitamin D. Pada orang lanjut usia, otot yang lemah dapat meningkatkan peluang mudah  jatuh dan patah tulang. Ini juga bisa menjadi tanda osteoporosis. Bicaralah dengan dokter Anda jika merasakan nyeri. Itu bisa menjadi tanda peringatan bahwa suplemen vitamin D rendah, atau perubahan pola makan atau gaya hidup.

Rakitis

Menurut alodokter, rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Rakitis dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh, sehingga mudah patah.

Vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat dari makanan. Kalsium dan fosfat merupakan mineral yang penting untuk menjaga kekuatan tulang. Jika tubuh kekurangan vitamin D, kadar kalsium dan fosfat di tulang akan berkurang. Akibatnya, tulang akan melunak dan rapuh. Menurut webMD, untuk mengatasinya, memperbanyak asupan makanan, sinar matahari juga vitamin, dapat membantu.

Osteomalasia

Tidak seperti rakitis yang sebagian besar diderita anak-anak, Anda bisa terkena osteomalasia hingga dewasa. Bahkan setelah tulang Anda berhenti tumbuh. Anda membutuhkan vitamin D untuk perbaikan dan pemeliharaan. Jika Anda tidak mengindahkan ini, dan tetap rendah vitamin D dalam waktu lama, tulang Anda bisa menjadi lunak (tidak dapat mengeras) sehingga rentan bengkok dan patah.

Kondisi lainnya jika rendah vitamin D:

Ada beberapa bukti bahwa kadar (tinggi-rendahnya) vitamin D bisa berdampak pada diabetes (tipe 1 dan 2) tekanan darah tinggi, multiple sclerosis, dan beberapa jenis kanker. Ilmuwan terus mempelajari hubungan antara vitamin D dan penyakit serius.

Risiko pada bayi yang disusui

Seringkali tidak cukup vitamin D dalam ASI untuk menjaga kesehatan bayi kecuali jika ibu mengonsumsi suplemen. Rakitis paling sering terjadi pada anak yang disusui. Ibu Afrika-Amerika, khususnya, cenderung  rendah vitamin D dalam darah mereka. Para ahli mengatakan bayi yang menyusui membutuhkan tambahan 400 IU vitamin D per hari.

Risiko orang yang memiliki masalah usus

Tubuh Anda membutuhkan lemak untuk menggunakan vitamin D. Penyakit radang usus (IBD) dan kondisi lain yang memengaruhi usus Anda – seperti penyakit seliaka dan fibrosis kistik – mempersulit Anda untuk menyerap lemak ini. Itu berarti Anda membutuhkan lebih banyak vitamin D, suplemen sepertinya membantu.

Risiko orang dengan bypass lambung

Ini adalah jenis operasi yang mengangkat bagian perut atau usus (terkadang keduanya) sehingga Anda merasa lebih cepat kenyang dan makan lebih sedikit kalori. Setelah operasi, lebih sulit untuk menyerap beberapa nutrisi termasuk vitamin B12, tembaga, zinc, kalsium, dan vitamin D. Dokter Anda mungkin akan melacak kadar Anda dan menyarankan suplemen vitamin harian untuk menjaga agar Anda tetap sehat.

Risiko orang yang obesitas

Jika Anda memiliki BMI 30 atau lebih (artinya Anda mengalami obesitas), kadar vitamin D Anda cenderung lebih rendah daripada seseorang yang tidak mengalami obesitas. Ini bukan karena kulit Anda menghasilkan lebih sedikit vitamin D, itu karena lemak ekstra di bawah kulit Anda menahan lebih banyak dan mengubah cara masuknya ke dalam darah Anda. Diet, perubahan gaya hidup, dan suplemen dapat membantu.

Cek vitamin D dalam tubuh Anda

Tes darah sederhana dapat memberi tahu Anda tentang tingkat vitamin D dalam Anda. Pertimbangkan tes jika Anda berada di rumah, terhalang sinar matahari, atau memiliki tanda-tanda kekurangan vitamin D seperti nyeri tulang, nyeri otot, atau kondisi seperti osteoporosis.

Jika hasil pengecekan ternyata level vitamin D dalam tubuh  rendah, jangan berlebihan mengonsumsi suplemen. Karena dapat berbahaya.***dian

Comments

comments