Ini Tiga Pasal yang Disangkal Kuasa Hukum Rizieq

Habib Rizieq Shihab. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Kuasa hukum Rizieq Shihab menyangkal segala tudingan pelanggaran hukum yang dilayangkan polisi ke pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Ada tiga pasal yang disangkakan polisi ke Rizieq terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam dua acara: pernikahan putrinya dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Atas itu, polisi menduga Rizieq melanggar Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 160 serta Pasal 216 KUHP.

Aziz Yanuar (kuasa hukum Rizieq) menilai sangkaan pasal itu tidak bisa sekonyong-konyong menjerat Rizieq karena tidak ditemukan relevansi antara kejadian dan konsekuensi hukum.

“Pasal 160 menurut putusan MK itu tidak dapat berdiri sendiri, sehingga harus bersandar kepada tindak pidana lainnya. Nah menariknya di sini terkait dengan pasal 93. Akan tetapi pasal 93 ini ada frase dapat menyebabkan kedaruratan kondisi masyarakat,” kata Aziz di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/12).

Dalam kaitan dua pasal itu, Aziz mengklaim tidak melihat adanya unsur kedaruratan kesehatan dalam kerumunan massa di acara akad nikah putri Rizieq di Petamburan dan acara Maulid Nabi di Tebet pada medio November lalu.

Sebab kata dia, kondisi kedaruratan masyarakat itu harus diumumkan dan dinyatakan melalui peraturan pemerintah pusat, bukan pernyataan perorangan.

“Oleh karena itu menurut hemat kami, bahwa penerapan Pasal 160 KUHP dan apalagi ditambah Pasal 93 yang tidak memenuhi unsur Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, maka seharusnya tidak dapat dikenakan ke Habib Rizieq Shihab,” papar Aziz.

Ia juga membantah klaster baru penularan virus corona yang diungkap pemerintah berasal dari kedua acara Rizieq itu. Baginya, hal itu mesti dibuktikan secara catatan epidemiolog.

“Apakah bisa dibuktikan secara medis langsung? Nah kita tidak melihat hal tersebut terkait kerumunan di Petamburan dan di Tebet,” ujarnya.

Rizieq sendiri mangkir dari pemeriksaan yang diagendakan berlangsung hari ini. Alasan kesehatan yang belum stabil pasca dirawat pada pekan lalu di Rumah Sakit Ummi Bogor menjadi musababya. (rwo)

Comments

comments