Insentif Baru untuk Impor Barang Kebutuhan Medis

Ilustrasi-Petugas medis menggunakan pakaian hazmat./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Pemerintah memberikan insentif untuk impor barang dan bahan yang dibutuhkan di dalam negeri untuk penanganan COVID-19, namun belum dapat dipenuhi oleh industri, baik dalam jumlah dan spesifikasi. 

Insentif ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang dijabarkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.010/2020 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas Impor Barang dan Bahan Untuk Memproduksi Barang dan/atau Jasa Sektor Industri Tertentu yang Terdampak Pandemi COVID-19 (BM DTP COVID-19). 

Aturan BM DTP COVID-19  sangat tegas, barang dan bahan tersebut harus digunakan untuk keperluan untuk memproduksi barang yang dikonsumsi di dalam negeri (tidak untuk ekspor). 

Terdapat 33 sektor industri yang dapat memperoleh fasilitas ini, seperti sektor industri kesehatan (Alat Pelindung Diri [APD], hand sanitizer, desinfektan), elektronika, telekomunikasi, serat optik, smart card, dan pengemasan kaleng yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) cukup tinggi ke perekonomian. 

Fasilitas BM DTP ini berlaku pada saat PMK diundangkan hingga 31 Desember 2020.

“Insentif BM DTP ini menambah sederetan insentif perpajakan untuk menjaga produktivitas industri dalam negeri di tengah pandemi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu,” dalam keterannya seperti dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Kamis (1/10).

Insentif fiskal yang diberikan sebelumnya adalah penurunan tarif PPh Badan, Pembebasan PPh pasal 22 Impor, pengurangan angsuran PPh pasal 25, dan pengembalian pendahuluan PPN,” jelas  (mad)

Comments

comments