Insentif Buat Nakes Dipangkas, Mantan Tenaga Ahli Menkes Kecewa

Manan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi (kanan) bersama mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto./Foto: Ist.

 Acuantoday.com, Jakarta – Mantan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi, menyayangkan adanya pengurangan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam penanganan pasien COVID 19.

“Nakes adalah pasukan di garis depan dalam perang melawan COVID 19. Saya sedih dan kecewa mengetahaui adanya pemotongan insentif buat mereka,” ujarnya, Rabu (3/2).

Pengurangan insetif bagi nakes tertuang dalam SK Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021. SK itu diteken Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada 1 Februari 2021.

Dalam SK itu diatur besaran insentif bagi nakes tahun ini sebagai berikut:  dokter spesialis sebesar Rp7.500.000, dokter umum dan gigi Rp5.000.000, bidan dan perawat Rp3.750.000, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2.500.000. Selain itu ada santunan kematian per orang sebesar Rp300.000.000.

Sebelumnya pada tahun 2020, besaran insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta. Dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta. Bidan atau perawat Rp 7,5 juta. Tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Andi menyebut para nakes yang bergelut dengan Covid 19 seharusnya mendapat penghargaan yang layak sehingga insentif buat mereka tak perlu dipangkas.

“Nakes sangat beresiko tertular. Kita tahu sudah banyak nakes yang gugur karena melaksanakan tugas menangani Covid 19,” ujarnya.

Andi berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencermati keputusan Sri Mulyani.

“Saya yakin Presiden Jokowi tahu persis pengorbaanan para nakes selama pandemi COVID 19,” katanya. (Bram)

 

 

Comments

comments