Insiden Mikrofon Mati Saat Fraksi Demokrat Bicara, Ini Faktanya

Suasana Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Insiden mikrofon mati saat Anggota DPR Fraksi Demokrat, Irwan Facho, berbicara terus diributkan. Pasalnya, dalam insiden itu Ketua DPR RI Puan Maharani dituding sengaja mematikan mikrofon tersebut.

Menanggapi peristiwa itu, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan, pimpinan sidang hanya menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat saat menyampaikan pendapat.

“Semua diberikan waktu untuk berbicara, bergantian. Jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi, pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat,” kata Indra kepada wartawan, Selasa (6/10).

Tidak hanya soal insiden matinya mikrofon, Anggota Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman juga sempat beradu pendapat dengan pimpinan sidang Aziz Syamsuddin dalam rapat, karena dirinya tidak diberi waktu untuk berbicara.

Dalam adu pendapat itu, Aziz mengatakan, jika Fraksi Partai Demokrat sudah diberi tiga kali kesempatan berbicara dalam rapat paripurna itu.

Mereka adalah Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Hasan yang membacakan pandangan akhir tentang Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Irwan Fecho, dan Didi Irawadi Syamsuddin yang mengajukan interupsi sebelum RUU tersebut disahkan.

“Jadi mohon maaf, kita harus sama-sama memahami bahwa yang ingin berbicara bukan hanya Partai Demokrat, karena fraksi lain juga ingin menyampaikan pendapatnya,” kata dia.

Jadi menurutnya, sudah menjadi kewajiban pimpinan sidang untuk menertibkan jalannya rapat agar semua fraksi dapat hak menyampaikan aspirasi.

“Jadi dalam konteks ini, pimpinan rapat bukan menghalangi Fraksi Demokrat berbicara, tapi ingin memberi kesempatan fraksi lain untuk menyampaikan pendapatnya,” tambahnya.

Lebih jauh Indra menjelskan, mikrofon di ruang rapat paripurna DPR RI sudah diatur otomatis akan mati, setelah lima menit digunakan. Hal itu dilakukan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supaya rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi.

“Supaya tidak ada tabrakan audio yang membuat hang, maka perlu diatur lalu lintas pembicaraan,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments