Ion Plasmacluster Dapat Meminimalisir Penularan COVID-19

Teknologi penjernih virus udara atau Ion Plasmacluster kini banyak digunakan untuk menjaga kualitas udara agar tetap bersih dan segar. Selain banyak digunakan di gedung perkantoran, rumah, Ion Plasmacluster juga digunakan di armada bus. /Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Beragam upaya dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Salah satu pencegahannya adalah dimulai dari menjaga kebersihan dari COVID-19 yang bisa menyerang hanya lewat perantara udara.

Menjaga kualitas udara agar tetap bersih dan steril menjadi salah kunci dari pencegahan penularan COVID-19. Tak heran, banyak industri yang menawarkan teknologi penjernih virus udara atau Ion Plasmacluster.

Infeksi penularan COVID-19 yang menggemparkan dunia termasuk Indonesia membuat perusahaan transportasi plat merah, Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) membenahi armada busnya.

“Ke depannya, DAMRI akan terus menghadirkan Ion Plasmacluster pada seluruh armada di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama DAMRI, Setia N. Milatia Moemin dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Saat ini, alat Ion Plasmacluster ini baru dipasang di satu unit bus DAMRI guna menghadirkan Bus Sehat yang aman dan nyaman.

Lalu bagaimana dengan virus corona. Efektifkah?

Dilansir dari wikipedia, teknologi ionisasi di
berfungsi untuk menekan efek-efek virus di udara serta menghancurkan dan membersihkan perkembangbiakan jamur di udara, kotoran tungau debu dan tungau debu mati.

Dalam sebuah obituari di Koran Independent pada tahun 2002, Cecil Alfred ‘Coppy’ Laws diklaim sebagai penemu pengionisasi udara.

Cara kerja dari teknologi pengion udara adalah menggabungkan pelat pengumpul muatan positif elektrostatis yang telah digunakan untuk menghilangkan terjadinya infeksi bakteri di udara, menurunkan infeksi virus di udara dan untuk mengurangi penumpukan listrik statis dalam elektronik. Sehingga udara yang sudah terkontaminasi oleh banyak partikel di suatu ruangan dilakukan pemurnian udara kembali.

Banyak perusahaan teknologi ionisasi mengklaim bahwa teknologi ini juga dapat menghilangkan bau yang menempel pada sofa, dan benda-benda yang berada dalam suatu ruangan.

Ketika ion-ion tersebut bersentuhan dengan permukaan spora jamur, bakteri atau virus barulah mereka berubah menjadi radikal OH dengan sifat oksidasi yang sangat kuat.

Radikal OH langsung mengikat hidrogen (H) dari protein pada permukaan bakteri, kemudian menghancurkan protein. Penggabungan radikal OH dengan hidrogen (H) menghasilkan air (H2O) yang dikembalikan lagi ke udara atau dikenal dengan istilah permunian udara.

Dengan udara yang dimunikan kembali maka kualitas udara segar terus menerus dipasok dengan tingkat pembaruan volume udara yang tinggi, sehingga siklus udara terjamin bersih.

Meski belum ada penelitian ilmiah dari tinjauan medis yang akurat tentang efektifitas teknologi ionisasi dengan penularan virus corona, namun teknologi penjernih virus udara atau Ion Plasmacluster dinilai menjadi bagian untuk meminimalisir penularan virus corona karena kualitas udara yang sehat bisa terus dijaga dan dipertahankan.(har)

Comments

comments