IPW Minta UU ITE Dikembalikan pada Tujuan Awal

Ilustrasi - Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendukung langkah Presiden Jokowi yang bakal merevisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika hanya jadi alat saling lapor warga negara.

Neta menjelaskan, sejarah lahirnya UU ITE sebenarnya untuk menjerat pada pelaku penipuan daring, khususnya dalam dunia bisnis yang saat itu meresahkan publik yang baru mengenal internet.

“UU ITE memang harus direvisi dan dikembalikan kepada marwahnya, yakni untuk melindungi masyarakat dari berbagai aksi penipuan bisnis yang berbasis ITE, seperti bisnis atau perdagangan online, judi online, perdagangan manusia lewat bisnis seks online dan investasi bodong yang sudah banyak memakan korban,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Meski tujuan awalnya diundangkan untuk menjerat para pelaku penipuan bisnis, ucap Neta, UU ITE yang mengatur juga tentang pencemaran nama baik dan tentang hoaks, dipakai untuk melaporkan orang lain sehingga polisi hanya sibuk mengurus kisruh di dunia maya hingga lupa menjerat penipuan bisnis daring.

“Tetapi anehnya, sejak UU ITE diberlakukan, polisi jarang sekali mengusut kasus-kasus penipuan di balik bisnis online dan lain-lain. Polisi hanya sibuk mengurusi ‘perang di dunia maya’,” ujarnya.

Aksi saling lapor memakai alat bukti yang diakui UU ITE, ucap Neta, seolah membuat polisi diperalat oleh pihak tertentu untuk memproses setiap laporan.

“Polri seperti diperalat oleh aksi saling lapor masyarakat ‘yang turut ke darat pasca perang di dunia maya’. Anehnya aparatur Polri menikmati bahwa dirinya sudah diperalat oleh masyarakat yang ‘perang-perangan di dunia maya’ dengan alasan UU ITE,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments