Iran Bersuara Keras Respons Ucapan Macron

Acuantoday.com, Dubai―Iran memberikan respon keras terhadap ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap melecehkan Islam.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut, penghinaan terhadap muslim, seperti dikatakan Macron itu adalah penyelahgunaan kebebasan berbicara.

Pernyataan Javad menjadi petunjuk yang jelas terhadap ucapan Macron dari Negeri Para Mullah.

Muslim adalah korban utama dari ‘kultus kebencian’,” Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, dalam cuitannya di akun Twitter miliknya, Senin (26/10), tanpa secara langsung berbicara kepada Macron.

Menghina 1,9 miliar Muslim dan kesucian mereka untuk kejahatan menjijikkan dari ekstremis semacam itu adalah penyalahgunaan kebebasan berbicara. Itu hanya memicu ekstremisme,” cuitnya lagi.

Macron, yang memimpin penghormatan kepada seorang guru sejarah yang dipenggal kepalanya bulan ini oleh seorang remaja Chechnya karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas, menyatakan perang terhadap “separatisme Islam”, yang diyakini mengambil alih beberapa komunitas muslim di Prancis.

Tidak seperti beberapa negara muslim, para pemimpin ulama Iran tidak menyerukan pemboikotan barang-barang Perancis. Tetapi beberapa pejabat dan politisi Iran, termasuk kepala parlemen dan pengadilan, telah mengutuk Macron karena “Islamophobia”, menurut media pemerintah Iran.

Ali Shamkhani, sekutu dekat otoritas tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan “perilaku irasional” Macron menunjukkan “kekasarannya dalam politik”.

“Kalau tidak, dia tidak akan berani memeluk Islam dalam pencariannya untuk kepemimpinan di #Eropa,” cuit Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

“Saya menyarankan agar dia membaca lebih banyak sejarah dan tidak bersukacita dalam mendukung Amerika dan Zionisme yang mengalami penurunan.” (mad)

Comments

comments