Jadi Klaster Baru, 47 Demonstran Dinyatakan Reaktif Koronavirus

Demonstrasi menolak UU Ciptaker di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin. Massa terdiri dari buruh, mahasiswa hingga pelajar STM. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta―Aksi demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung Kamis (8/10) kemarin, menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Setidaknya, hingga Jumat (9/10) ini, polisi telah menemukan 47 demonstran yang reaktif korona.

Dari jumlah itu, di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat 34 orang, dan di Jawa Barat sebanyak 13 orang. Saat ini, polisi telah membawa para pendemo ke Wisma Atlet guna menjalani perawatan.

“Perkembangan terbaru yang ada, sebanyak 34 demonstran di DKI reaktif dan di Jabar ada 13 orang. Semuanya sudah kami larikan ke Wisma Atlet untuk perawatan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di Jakarta, Jumat (9/10).

Sebelumnya, Telegram bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per tanggal 2 Oktober 2020 yang ditandatangani oleh Asops Irjen Imam Sugianto atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis, unjuk rasa di tengah pandemi akan berdampak pada faktor kesehatan, perekonomian, moral dan hukum di tatanan masyarakat.

Polri, kata Argo, menyatakan, di tengah Pandemi Covid-19 seperti ini, keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto.

Surat telegram tersebut dikeluarkan demi menjaga kondusivitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di saat Pandemi Covid-19. Apalagi, dewasa ini, Pemerintah sedang berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. (rwo)

Comments

comments