Jangan Berlebihan Batasi Operasional Mall dan Ritel

Kondisi perniagaan di Hypermart Pejaten Village Jakarta Selatan pada satu hari jelang PSBB jilid II. Tak terjadi laku panic buying. Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Pemerintah DKI Jakarta diminta tidak berlebihan membatasi operasional di pusat perbelanjaan (mall) maupun ritel menyusul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan yang dimulai hari ini.

“Tak ada alasan membatasi jam operasional lagi,” ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicolas Mandey kepada Acuantoday.com, Senin (14/9/2020).

Menurut Roy, hingga kini belum dapat ditemukan fakta bahwa mall dan ritel sebagai klaster penyebaran COVID-19. Sebab, pergerakan jumlah pengunjung saat ini relatif masih stagnan.

Padahal, mall dan ritellah yang selama ini menjadi salah satu andalan sumber pandapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah karena pajak yang masuk dari mall dan ritel sangat besar.

“Mall dan ritel modern yang beroperasi, menambah kapasitas pada kontribusi konsumsi masyakarat, yang berdampak pada PDB (produk domestik bruto) untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang terpuruk,” tegas Roy.(rwo/har)

Comments

comments