Jangan Mudik! Perantau dari Gunungkidul Diminta Taati Pemerintah

Bupati Gunungkidul Sunaryanta./Foto: Acuantoday.com (chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta—Warga Gunungkidul perantau di berbagai daerah, diminta menaati keputusan Pemerintah Pusat yang melarang mudik Lebaran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan mematuhi larangan tersebut dan meminta masyarakat menahan sementara hasrat pulang ke kampung halaman demi kesehatan.

Demikian dinyatakan Bupati Gunungkidul Sunaryanta kepada wartawan, Selasa (30/3).

Menurut Sunaryanta, dalam pelaksanaannya, masih akan menunggu aturan resmi sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut.

“Kami akan patuhi. Tapi, implementasinya masih menunggu instruksi di Pusat,” kata Sunaryanta

Ia berharap, masyarakat yang merantau bisa mematuhinya karena kebijakan ini dibuat demi kepentingan bersama.

“Tidak hanya warga, saya juga terkena dampaknya karena juga tidak bisa bertemu dengan anak saya yang disebabkan karena adanya larangan mudik,” ujarnya.

Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk mematuhinya karena kebijakan melarang sudah dibuat secara matang agar menekan penularan kasus korona.

“Ini erat kaitannya dengan alasan kesehatan. Jadi, saya minta para perantau untuk bersabar karena larangan mudik tidak selamanya,” katanya.

Untuk mensosialisasikan adanya larangan ini, bupati berjanji akan berkoordinasi dengan Ikatan Keluarga Gunungkidul [IKG] agar membantu memberikan pemahaman kepada perantau sehingga kebijakan tersebut dalam berjalan secara efektif.

“Tentunya IKG akan kami libatkan agar kebijakan bisa dimaksimalkan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan, masih menunggu kebijakan resmi berkaitan dengan larangan mudik saat lebaran.

Menurut dia, ada potensi lonjakan pemudik saat menjelang Idulfitri sehingga dibutuhkan peraturan di dalam penanganan.

“Sampai saat ini belum ada. Apakah teknis penyekatan di tahun lalu akan digunakan dalam larangan mudik pada saat sekarang. Yang jelas, kami masih menunggu aturan resminya seperit apa,” kata Wahyu. (chaidir)

Comments

comments