Januari-Maret, Pemkot Bandung Catat 125 Kasus Kekerasan Terjadi di Keluarga

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung Irma Nuryani

Acuantoday.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menyebut saat ini laporan kekerasan di lingkungan keluarga masih saja terjadi.

Dalam periode Januari hingga Maret, ada 125 kasus kekerasan yang terlaporkan terjadi di Kota Bandung. Sementara itu, sepanjang 2020 lalu, total kasus kekerasan di Kota Bandung sebanyak 300 kasus.

Sekretaris DP3A Kota Bandung Irma Nuryani mengatakan masih cukup tingginya kasus kekerasan di lingkungan keluarga pihaknya saat ini sedang menyiapkan beberapa cara seperti membangun pusat pelayanan.

“Kami baru sosialisasi pembentukan pusat pelayanan itu ke 45 kelurahan. Tujuan pusat pelayanan ada di kelurahan agar bisa lebih dekat ke masyarakat,” ucap Irma Nuryani di Taman Dewi Sartika Bandung, Kamis (15/4).

Di tahun 2021 ini, lanjut Irma, tim telah menerima sebanyak 125 laporan kekerasan keluarga yang terdata sejak Januari hingga Maret. Terdiri dari kekerasan terhadap istri (45 kasus), terhadap anak (45 Kasus).

Lalu, terhadap perempuan (15 kasus), terhadap pria (1 kasus), kekerasan dalam keluarga (9 kasus), dalam berpacaran (1 kasus), dan 9 kasus kekerasan lainnya.”Banyak faktor penyebab kekerasan. Bisa dari ekonomi, psikologi atau faktor lainnya. Sekarang ini juga mungkin dalam pandemi sering bertemu faktor ekonomi. Mungkin banyak yang tidak bekerja,” terangnya.

Di sisi lain, Irma bersyukur masyarakat sudah semakin terbuka untuk melaporkan tindak kekerasan di tengah keluarga.Sehingga, apabila menemukan kasus kekerasan bisa segera melapor ke P2TP2A Kota Bandung, di Jalan Ibrahim Adjie atau bisa melalui WhatsApp 083821105222.

“Dengan laporan anda berarti sudah peduli. Ada psikolog untuk bimbingan konseling dan lawyer untuk pendampingan apabila ke ranah hukum. Jangan sungkan bantuan ini kita berikan gratis,” katanya. (dila)

Comments

comments