Jenis Baru COVID-19  “Masuk” ke Chili

Seorang perempuan memakai pakaian pelindung berbicara kepada seorang anak di sebuah lingkungan migran saat permulaan karantina umum untuk membatasi terjadinya kasus baru penyakit virus korona (COVID-19) yang semakin melonjak di ibukota, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Santiago, Chili, Sabtu (16/5/2020).Foto:Reuters/ Ivan Alvarado

Acuantoday.com Santiago – Chile  melaporkan kasus pertama jenis baru COVID-19 , Selasa (29/12) dan otoritas kesehatan akan menerapkan kembali masa karantina bagi pendatang dari luar negeri.

Wakil Menteri Kesehatan  Chili, Paula Daza,mengatakan seorang perempuan Chile yang kembali ke negara asalnya pada 22 Desember terbukti positif jenis baru COVID-19. Ia bertolak ke London untuk mengunjungi keluarga.

Setibanya di Chile ia menggunakan pesawat lain menuju Kota Temuco. Mobilitasnya membuat otoritas kesehatan di Chile bekerja keras untuk melacak kontak yang ia temui selama melakukan perjalanan.

Menurut Daza, perempuan itu tidak mengalami gejala dan kini dalam karantina dengan kondisi sehat.

Akan tetapi kedatangannya mendorong otoritas untuk mewajibkan karantina 10 hari bagi semua pendatang Chile mulai 31 Desember.

“Para pelancong dapat melakukan tes PCR yang dimulai pada hari ke tujuh masa karantina. Jika terbukti negatif, mereka dapat menyudahi masa karantina, “ kata Daza.

Jenis baru COVID-19, yang bisa menular hingga 70 persen, menyebar dengan cepat dari Inggris  ke seluruh dunia, termasuk Pakistan, Hong Kong, Singapura, Kanada ,Israel dan Chili.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa belum ada informasi yang cukup untuk menentukan apakah jenis baru COVID-19 tersebut mampu mengurangi keampuhan vaksin yang sedang diluncurkan secara global. (Dewa/Ant)

 

Comments

comments