Jenuh, Pengungsi Merapi Pulang ke Rumah

Barak pengungsian Merapi di Glagaharjo Cangkringan Sleman. (Foto : Acuantoday.com/Chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Kondisi pengungsi terdampak Gunung Merapi di barak pengungsian mulai mengalami kejenuhan. Mereka sudah menjalani masa penghunian selama dua bulan, sepertinya memerlukan penyegaran psikologis agar bisa bertahan selama di barak pengungsian.

Dari pantauan di Posko Utama Pengungsi Merapi Glagaharjo Cangkringan, Sleman, khusus pengungsi warga lanjut usia (Lansia), kelompok renan dan anak-anak (Balita) memang tak banyak kegiatan bagi para lansia. Sedangkan khusus anak-anak disediakan tempat khusus bermain dan disediakan fasilitas bermain.

“Pengungsi terlihat mulai jenuh. Sebenarnya kami sudah merencanakan mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan bagi para lansia, untuk mengisi waktu mereka. Tapi karena terkendala Covid maka kami tunda. Kami hanya menyalurkan kain jarik untuk para lansia,” ujar Relawan Posko Terpadu Peduli, Sujarwo Putro, usai menyalurkan bantuan di Posko Utama Glagaharjo, Rabu (16/12/2020).

Pengungsi di Babadan 1 Kabupaten Magelang bersiap pulang ke rumah. (Foto : Acuantodsay.com/Chaidir)

Posko Terpadu Peduli Merapi dibentuk oleh Lembaga Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY), Yayasan Sejiwa, Indonesian Hypnotists Guild Yogyakarta), Lembaga Amil Zakat Al Azhar. Sebelumnya Tim Posko Terpadu juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa selimut, perlengkapan alat sholat dan lainnya.

Menurut Sujarwo, khusus pengungsi lansia dan anak-anak masih harus berada di pengungsian. Namun bagi kaum lelaki muda masih diijinkan untuk kembali ke rumah untuk mengurus sawah dan ternak mereka, dan pada malam hari kembali ke barak pengungsian.

Ketua LDPM UCY Difla Nadjih mengatakan akan memberikan pelatihan membuat prakarya kepada para lansis. Kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan selama di barak pengungsian.

Dari Magelang dikabarkan sebanyak 356 pengungsi dari Dusun Babadan 1 Desa Paten, Dusun Banar dan Dusun Gondangrejo Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Magelang Drs Edy Susanto mengatakan, di barak pengungsian masih ada beberapa warga yang masih tinggal.

Koordinator pengungsi dari Dusun Babadan 1 Desa Paten, Wahyudi, mengatakan ada 286 warga Dusun Babadan 1 yang pulang. Mereka sebenarnya masih merasa khawatir dengan aktivitas Gunung Merapi, dan mereka juga siap kembali ke lokasi pengungsian di TEA Desa Banyurojo manakala nantinya terjadi erupsi Gunung Merapi.

Untuk itu mereka juga akan menyiapkan armada kendaraan manakala sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Beberapa posko juga disiapkan dan selalu aktif, di antaranya untuk menjaga kelompok rentan dan balita. Jumlah armada kendaraan untuk mengangkut warga diakuinya sudah mencukupi.

Dibenarkan, sebelumnya sudah dibuat pernyataan yang ditujukan kepala Ketua Pengurus TEA Desa Banyurojo. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa mereka dengan sadar, tanpa paksaan dari pihak manapun. Ada beberapa alasan yang dikemukakan, mengapa mereka pulang, di antaranya untuk memulihkan perekonomiannya yang ada di Dusun Babadan 1.

Mereka juga akan membersihkan rumah dan lingkungan yang selama ini mereka tinggalkan. Juga untuk mengurusi hewan ternaknya sedang ladang pertanian maupun lainnya berkaitan dengan masa depan mereka. (Chaidir)

Comments

comments