Jokowi: Cara-cara yang Lamban dan Rentan Korupsi Harus Ditinggalkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020, secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (13/12)/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kapasitas sumber daya manusia (SDM) kejaksaan yang relevan dengan revolusi industri 4.0 harus diprioritaskan.

Menurut  Jokowi, sistem kerja yang transparan dan efisien harus terus diupayakan.

“Cara-cara manual yang lamban, yang rentan korupsi harus ditinggalkan,” kata Presiden saat membuka Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020, secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin  (13/12).

Antara melaporkan, Jokowi juga meminta pengawasan internal kejaksaan diefektifkan agar personel kejaksaan bekerja semakin profesional.

“Pengawasan internal harus diefektifkan agar SDM kejaksaan bertindak profesional,” ujar mantan walikota Solo itu.

Presiden menekankan penanganan perkara di kejaksaan harus diarahkan untuk mengoreksi kesalahan dan memperbaiki pelaku, serta untuk memulihkan korban kejahatan.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengapresiasi pengembangan sistem penanganan perkara tindak pidana terpadu berbasis teknologi informasi yang dikembangkan oleh kejaksaan agung.

Terlebih sistem itu telah disinergikan dengan Kemenkopolhukam, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan, serta pengadilan.

Namun Presiden mengingatkan bahwa data-data dan teknologi juga harus terus diperbarui. (Budi)

Comments

comments