Jokowi Minta “Lockdown” Mikro Diterapkan di Level Terkecil

Presiden Joko Widodo/Foto:Antara

 Acuantoday.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah menerapkan pembatasan kegiatan (lockdown) skala mikro secara mendetail, agar pencegahan penyebaran COVID-19 tidak melumpuhkan perekonomian.

“Kita harus bekerja lebih detail lagi, ‘lockdown’ skala mikro, ‘micro lockdown’. Tidak merusak pertumbuhan ekonomi, tidak merusak kegiatan ekonomi masyarakat karena yang kita ‘lockdown’ dalam skala kelurahan, RW, RT,” kataJokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (11/2).

Jokowi menyampaikan hal itu  dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021.

“Lockdown” mikro yang Jokowi adalah pembatasan kegiatan yang diterapkan di level kampung, desa, RW dan RT. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diketahui telah menerbitkan surat telegram nomor ST/203/II/Ops.2./2021 untuk melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam skala mikro di tingkat desa/kelurahan, RT dan RW di 7 provinsi, 98 kabupaten/kota, 19.687 desa/kelurahan.

“Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT, yang ‘di-lockdown’ seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misalnya satu kelurahan, yang ‘di-lockdown’ seluruh kota, untuk apa? Yang sering keliru kita di sini,” kata Jokowi.

Presiden juga  meminta wali kota dan wakil wali kota untuk melakukan pemetaan zonasi penyebaran COVID-19 secara mendetail.

“Harus mengerti betul di mana barang itu ada, sampai tingkat kelurahan, RW, RT. Tidak bisa lagi satu kota langsung ‘di-lockdown’,” kata Jokowi.

Menurut Presiden,  proses yang dilakukan negara lain ketika melakukan “lockdown” seluruh negara atau satu provinsi atau satu kota maka perekonomian pun jatuh.

Jokowi juga menegaskan pandemi COVID-19 belum berakhir.

“Kita harus bekerja keras. Kita juga harus semakin detail untuk menemukan cara-cara baru dalam mengatasi permasalahan dan bahkan memanfaatkan kondisi krisis untuk meraih kemajuan signifikan,” ujarnya.

Per 10 Februari 2021, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 8.776 orang sehingga total kasus mencapai 1.183.555 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 9.520 orang menjadi 982.972 orang dan pasien meninggal dunia bertambah 191 orang sehingga totalnya 32.167 orang meninggal. (Bram/Antara)

Comments

comments