Jokowi Sayang Terawan

jokowi sayang terawan

 

Oleh : Andi,Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

 

Perayaan Natal tahun ini terasa sangat istimewa bagi Pak Terawan Agus Putranto. Ia merayakannya dalam suasana bahagia karena dapat beribadah bersama keluarganya, tanpa memikirkan beban kerja.

Banyak jejak langkah Pak Terawan yang perlu ditandai, mungkin kelak untuk dikenang, selama ia lima belas bulan menahkodai Kementerian Kesehatan.

Memang sebelum akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantinya dengan Budi Gunadi Sadikin, menurut saya, tak sedikit upaya yang dilakukannya untuk memajukan sektor kesehatan, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan dan modernisasi fasilitas kesehatan di rumah sakit.

Pak Terawan misalnya mendorong sejumlah Politeknik Kesehatan (Poltekkes) menjadi Institut Ilmu Kesehatan agar terlahir tenaga kesehatan yang handal dan berkualitas.

Saya ingat, di hari terakhirnya sebagai Menteri Kesehatan, pada Selasa (22/12) Pak Terawan masih meresmikan ruang isolasi COVID-19 di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Hari itu ia juga berkunjung ke sejumlah rumah sakit di Ibu Kota untuk memastikan fasilitas layanan kesehatan dalam kondisi baik.

Saya tahu persis tak ada pekan tanpa kunjungan ke daerah, bagi Pak Tewaran. Ia antara lain memastikan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien covid 19. Sampai – sampai ia tak sempat berkumpul bersama keluarga di akhir pekan.

Salah seorang pejabat di Kementerian Kesehatan bertutur kepada saya tentang adanya perubahan “iklim” kerja setelah Pak Terawan memimpin.Ia menyebut ada energi positif yang dibawa Terawan yang muaranya meningkatkan kinerja para pegawai.

Saya tak akan lupa perbincangan terakhir dengan Pak Terawan dalam mobil sepulang dari Istana Negara, Senin (22/12) petang, sehari sebelum perombakan Kabinet Indonesia Maju.

“Pak Jokowi sayang saya,mas,” hanya itu jawaban yang muncul ketika saya tanya perihal pembicaraan dengan Presiden Jokowi.

Mungkin banyak yang mengira, Pak Terawan “merana” setelah keluar dari Kabinet Indonesia Maju. Sebagai orang yang selalu berada di dekatnya sepanjang urusan dinas, saya pastikan ia legowo.

Kini semakin banyak waktu bagi Pak Terawan untuk melayani para pasien yang perlu bantuannya. Karena ketika menjabat sebagai menteri pun, saya tahu, sekurang – kurangnya empat kali sepekan ia menyempatkan menyambangi pasien di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Satu hal yang tak mungkin saya lupa yakni kesabaran Pak Terawan. Ketika ia di bully di sosial media dan kami marah serta berupaya mengcounter-nya, ia berujar singkat, “sabar saja, mas.”

Saya terharu malam ini, di malam perayaan Natal, sosial media riuh rendah dengan ucapan terima kasih buat Pak Terawan.

Selamat Natal Pak…

Comments

comments