Kaavan, ‘Gajah Paling Kesepian di Dunia’ Kini Ceria di Rumah Barunya Kamboja

Kaavan, seekor gajah jantan Asia berusia 35 tahun, terlihat di suaka margasatwa Kulen Prum Tep di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 18 Desember 2020. (Xinhua/Vuth)

Acuantoday.com— Kaavan, yang pernah dijuluki sebagai “gajah paling kesepian di dunia” saat tinggal di kebun binatang Pakistan, menikmati kehidupan barunya setelah dipindahkan ke sebuah kawasan suaka di Kamboja.

Kaavan, gajah asal Pakistan yang kesepian, saat ini dalam keadaan sehat dan cepat beradaptasi dengan rumah barunya, demikian disampaikan Juru Bicara sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup Kamboja Neth Pheaktra pada Jumat (18/12).

Juru Bicara sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup Kamboja Neth Pheaktra memberi makan Kaavan, seekor gajah jantan Asia berusia 35 tahun, di suaka margasatwa Kulen Prum Tep di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 18 Desember 2020. (Xinhua/Vuth)

Gajah jantan Asia berusia 35 tahun itu tiba di Provinsi Siem Reap di sebelah barat laut Kamboja dari Pakistan dengan pesawat sewaan pada 30 November setelah menghabiskan hampir 35 tahun di kebun binatang Islamabad. Gajah tersebut kemudian segera dibawa ke suaka margasatwa Kulen Prum Tep di Provinsi Oddor Meanchey setelah kedatangannya.

Pheaktra mengatakan bahwa di bawah perawatan dan perlindungan Suaka Margasatwa Kamboja (Cambodia Wildlife Sanctuary/CWS), Kaavan menikmati kehidupan barunya bersama gajah-gajah betina lain di suaka tersebut.

“Kaavan dalam keadaan sehat dan menyesuaikan diri dengan sangat baik dengan suasana di rumah barunya, dan dia mulai berinteraksi dengan gajah betina lain di sekitarnya,” kata Pheaktra kepada para wartawan saat mengunjungi hewan raksasa itu.

“Mulai saat ini, Kaavan, yang sebelumnya dikenal sebagai ‘gajah paling kesepian di dunia’, tidak lagi kesepian karena di suaka margasatwa Kulen Prum Tep, kami mengatur tiga ekor gajah betina untuk tinggal bersamanya,” ujarnya. “Kami berharap Kaavan akan membantu menghasilkan banyak bayi gajah Asia untuk Kamboja.”

Presiden CWS Sok Hong mengatakan bahwa Kaavan mulai menikmati kehidupan barunya di suaka tersebut dan akan dilepaskan ke alam liar dalam beberapa bulan ke depan. “Saya kira butuh waktu tiga bulan untuk merawat Kaavan sebelum melepaskannya ke alam liar karena sekarang dia sudah mulai membiasakan diri dengan alam di sini,” ujarnya.

Foto dari udara yang diabadikan pada 18 Desember 2020 ini menunjukkan suaka margasatwa Kulen Prum Tep di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, tempat gajah Asia berusia 35 tahun, Kaavan, tinggal. (Xinhua/Van Pov)

Pakistan mengizinkan Kaavan direlokasi ke Kamboja setelah gajah itu dipelihara di sebuah kebun binatang yang ada di Islamabad selama hampir 35 tahun.

Pada Mei lalu, Pengadilan Tinggi Islamabad memutuskan bahwa Kaavan akan dikirim ke suaka margasatwa Kamboja untuk menikmati sisa hidupnya.

Gajah Asia termasuk dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) sebagai hewan terancam punah.

Pheaktra mengatakan bahwa Kamboja merupakan rumah bagi ratusan gajah Asia, yang sebagian besar hidup di Pegunungan Cardamom serta provinsi Mondulkiri dan Ratanakiri di sebelah utara Kamboja. “Menurut laporan kami, jumlah gajah Asia berkisar antara 400 hingga 600 ekor,” ujarnya.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Kamboja membutuhkan dana sekitar 40,5 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.146) dalam 10 tahun ke depan untuk melestarikan gajah Asia di negaranya.***dian/xinhua/ant

 

Comments

comments