Kader NU Desak Polisi Tangkap Gus Nur

Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur./Foto : Hardianto

Acuantoday.com, Jakarta- Pendakwah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur kembali berulah di media sosial dengan ucapan yang kontroversi, yakni menuding ada PKI di Nahdatul Ulama (NU).

Tudingan Gus Nur disampaikannya di saluran YouTube pakar hukum tata negara ‘Refly Harun’ beberapa hari kemarin.

Aktivis muda NU Muhammad Mualimin mengatakan tuduhan Gus Nur hanya menyisakan kegaduhan. Di sisi lain, ia mengatakan Gus Nur yang pernah tersangkut hukum karena kasus pencemaran nama baik tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya.

“Siapapun boleh mengkritik kebijakan NU, tapi kalau sudah menuduh ada PKI di tubuh NU, itu jelas fitnah karena PKI sudah dibubarkan 55 tahun silam, itu tuduhan yang sangat keji. Dan saya kira Gus Nur hanya ngoceh tanpa dasar. Polisi harus kirim lagi Gus Nur ke jeruji besi,” kata Mualimin di Jakarta, Selasa (20/10).

Dikatakan Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) itu, kalimat Gus Nur provokatif bahkan cenderung adu domba. Padahal, kata Mualaimin, kalau niatnya mau mencari popularitas ada cara lain yang elegan seperti menunjukkan karya seni atau prestasi yang konstruktif.

“Sungguh jahat orang yang ingin meroket dengan cara menjatuhkan ormas sebesar dan seberjasa NU. Jangan sampai karena otak tidak ada ide cemerlang, mulut kotor berkoar untuk menyita perhatian publik. Pendakwah macam itu hanya meracuni pikiran masyarakat, mengeksploitasi umat, dan mengadu domba kaum nahdliyin,” ujarnya.

Untuk diketahui, Gus Nur di tahun 2019 kemarin divonis kasus pencemaran nama baik terhadap NU oleh Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman 1,6 tahun. Vonis tersebut ternyata belum cukup untuk membuatnya jera.

“Dari pada bebas tapi menghina lagi, lebih baik Gus Nur dikerangkeng saja. Tindakan teman-teman santri yang melaporkannya ke Polisi sudah benar. Di negara hukum, tak boleh siapapun merendahkan martabat pihak lain, apalagi kalau penghinaan bertujuan mencari popularitas semata,” tegasnya.

Tuntutan Mualimin agar polisi memenjarakan Gus Nur sangat beralasan, sebab dengan menuduh ada PKI di tubuh NU, ucapan Gus Nur bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sehingga melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 juncto pasal 45 ayat (3) tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda Rp750.000.000. (rht)

Comments

comments