Kain BGN Presiden Jokowi Diresmikan

Persiapan Peresmian Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN) di Museum Nasional Jakarta (tampak siang hari). Peresmian yang diagendakan Jumat malam (2/10) direncanakan menghadirkan Menteri Luar Negeri, Retno L. Marsudi dan Mendikbud Nadiem Makarim.

Acuantoday.com, Jakarta- Untuk pertama kali dalam sejarah, kain batik dikerjakan secara gotong royong.

Diawali goresan perdana dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan motif Gurdo yang berarti Burung Garuda, pembatikan dengan pewarnaan alami kain sepanjang 74 meter itu dimulai. Pengerjaannya mengambil momen HUT Kemerdekaan RI ke-74 pada 1 Agustus 2019 di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta yang dihadiri Presiden Jokowi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Thanting Batik Nusantara (TBN) Pheo M. Hutabarat mengatakan setelah pengerjaannya tuntas setahun lebih, dengan mengambil momentum Peringatan Hari Batik Nasional yang diperingati tiap 2 Oktober, pihaknya selaku panitia penyelenggara Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN) akan meresmikannya di Museum Nasional Jakarta.

“Dengan mengusung tema ‘Batik sebagai Branding Bangsa’ kami akan membentangkan pertama kalinya Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN) sekaligus meluncurkan pasal digital ‘Kuklik Batik’ sebagai sentra pasar digital Indonesia,” ucap Pheo Hutabarat di Jakarta, Jumat (2/10).


Ilustrasi- Persiapan Peresmian Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN) di Museum Nasional Jakarta (tampak malam hari). Peresmian yang diagendakan Jumat malam (2/10) direncanakan menghadirkan Menteri Luar Negeri, Retno L. Marsudi dan Mendikbud Nadiem Makarim.

Yayasan TBN menginisiasi pembuatan Kain BGN sepanjang 74 meter tanpa potongan. Penamaan Kain BGN disematkan langsung oleh Joko Widodo saat ditorehkannya pencantingan pertama dengan motif Gurdo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

“BGN diawali motif ‘Gurdo’. Gurdo berarti Garuda, yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai dasar NKRI,” terang Pheo.

Lebih jauh, Pheo menjelaskan proses pembatikan Kain BGN selama 1 tahun lebih melibatkan 90 orang pekerja batik terbaik berusia 25-60 tahun yang tersebar di sentra-sentra Batik Nusantara dan penyelesaiannya dilakukan oleh Maestro Batik Indonesia, Nur Cahyo, asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Selain motif Gurdo, pembatik juga motif tradisional batik lainnya yaitu Parang, Truntum, Sido Mukti dan Sekar Jagad, dimana motif dalam BGN sama dengan motif batik yang telah dipilih dalam “Diplomasi Batik Indonesia” oleh Kementerian Luar Negeri khususnya terkait dengan simbol prioritas Kebijakan Luar Negeri RI.

“Acara pembentangan Kain BGN ini secara resmi dibuka dengan kata sambutan oleh Ibu Retno Marsudi (Menlu RI) dan Bapak Nadiem Makarim (Mendikbud RI),” tegas Pheo.(har)

Comments

comments