Kain Gurdo Jokowi Sepanjang 74 Meter Siap Dibentangkan di Hari Batik Nasional Pekan Depan

Kain Batik Garuda Nusantara (BGN) atau dikenal dengan sebutan Kain Gurdo sepanjang 74 meter (mengambil momen HUT 74 tahun Kemerdekaan RI) tanpa potongan saat dalam proses pengerjaan. Jumat (25/9/2020) kain yang diberi nama oleh Presiden Jokowi itu telah rampung pengerjaannya sejak ditorehkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Agustus 2019 lalu./ Foto: Yayasan TBN

Acuantoday.com, Jakarta- Satu tahun lebih yang lalu tepatnya pada 1 Agustus 2019 ketika itu, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menorehkan perdana kain Batik Garuda Nusantara (BGN) atau dikenal dengan sebutan Kain Gurdo sepanjang 74 meter (mengambil momen HUT 74 tahun Kemerdekaan RI) tanpa potongan di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Kini, setelah dibawa keliling ke sejumlah sentra batik di seantero nusantara dan dilanjutkan pengerjaan motif serta pewarnaannya oleh para pembatik handal dengan canting dan pewarnaan, kain tersebut rampung pengerjaannya hari ini, Jumat (25/9/2020).

Sesuai temanya, kain berbahan dasar mori itu sudah dilukis motif Gurdo (Garuda) oleh Presiden Jokowi. Gurdo berarti Garuda, yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai dasar NKRI. Motif lain yang juga melengkapi antara lain Parang, Kawung, dan Sekarjagad.

“Menurut rencana, untuk pertama kalinya Kain BGN akan dibentangkan secara daring ditengah-tengah masyarakat pada perayaan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2020 nanti, yang peresmiannya akan mengambil tempat di Museum Nasional di Jakarta,” ucap Ketua Umum Yayasan Tjanting Batik Nusantara, Sandra Hutabarat Jumat (25/9).

Ketua Umum Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN) Sandra Hutabarat didampingi pengurus TBN menyatakan Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN) atau Kain Gurdo Jokowi sepanjang 74 meter siap dibentangkan dalam peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2020 pekan depan./ Foto: Yayasan TBN

Sandra menjelaskan kain ini diberi nama Presiden Joko Widodo sebagai Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN). “Karena kain ini diawali dengan motif Gurdo. Gurdo berarti Garuda, yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai dasar NKRI,” imbuh Sandra.

Meski menonjolkan sisi ke-Indonesiaan, namun motif-motif lainnya berhubungan dengan perdamaian dunia dengan menghadirkan pakem batik. Hal ini tidak lepas dari inisiasi dari gelaran spektakuler yang dikerjakan lebih dari satu lebih ini.

Sandra menjelaskan pada tanggal 1 Agustus 2019 ketika Presiden Jokowi menorehkan motif Gurdo di kain “Kain BGN” ini, proses pembuatan kain batik sepanjang 74 meter ini bertepatan dengan peringatan 10 tahun telah diberikannya pengakuan internasional UNESCO kepada Batik dan perayaan HUT kemerdekaan RI ke-74 yang lalu.

“Yayasan TBN telah menginisiasi pembuatan kain batik sepanjang 74 meter,” kata Sandra.


Salah satu sentra batik yang tersebar di nusatara dan dipilih untuk mengerjakan pembuatan Kain Batik Garuda Nusantara (Kain BGN). Para pembatik handal tersebut mengerjakan proyek yang dikerjakan dalam tempo satu tahun lebih./Foto’ Yayasan TBN

Lebih jauh, Sandra megungkapkan saat kelahiran Kain BGN pada 1 Agustus 2019 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan, bahwa setelah batik diakui secara internasional oleh UNESCO di tahun 2009,
hendaknya batik dapat diusung menjadi branding bangsa Indonesia (nation branding).

“Diharapkan kedepan, Kain BGN sebagai mahakarya kain batik nusantara akan menjadi ikon gerakan kultural Batik sebagai Branding Bangsa, yang bertujuan untuk menggerakkan kecintaan masyarakat Indonesia dan internasional terhadap batik Indonesia,” kata Sandra.

Setelah proses pengerjaan Kain BGN selesai, menurut Sandra selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 2020 nanti, Yayasan TBN akan mengadakan syukuran atas selesainya proses pembatikan Kain BGN, dan pada saat yang sama secara simbolis juga akan diserahkan “Prasasti Situs Pembuatan Kain BGN” yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo kepada Yayasan TBN.

Penunjukkan Gubernur Jawa Tengah yang didaulat menandatangani Prasasti Situs Pembuatan Kain BGN, karena pertimbangan penghormatan kepada Gubernur Ganjar yang mendukung penuh gelaran spaktakuler ini.

“Ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah yang menetapkan lokasi pembuatan Kain BGN berlokasi di Desa Setono, secara resmi sebagai “situs pembuatan Kain BGN,” ucap Sandra.

Acara kendurian Kain BGN ini dapat diakses lebih lanjut secara daring oleh masyarakat melaui kanal youtube “Batik Perdamaian” yang dikelola oleh Yayasan TBN.(har)

Comments

comments