Kang Emil Bakal Dipanggil Polisi untuk Kedua Kali di Kasus Megamendung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada awak media./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) bakal dipanggil lagi untuk memberikan keterangan dalam dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dihadiri Imam Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor medio November lalu. 

“Pada hari Selasa, 15 Desember 2020 akan melakukan pemeriksaan saksi terhadap Gubernur Jabar,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12).

Tak hanya Emil, polisi juga bakal meminta kesaksian Bupati Bogor Ade Yasin serta dua ahli terkait penyidikan kasus ini. Semuanya akan diperiksa oleh penyidik Polda Jawa Barat. 

“Bupati Bogor, ahli epidemiologi dan ahli hukum kesehatan,” ujar Argo.

Emil sebelumnya menjalani pemeriksaan saat proses penyelidikan pada 20 November lalu di Bareskrim Polri. 

Selama sembilan jam pemeriksaan, ia mengaku ke penyidik bahwa pihaknya tidak mengizinkan acara Rizieq di Megamendung itu. 

Saat acara sudah berlangsung, Emil mengklaim sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mengurai kerumunan massa, tapi gagal. 

Kepada penyidik pula, ia mengatakan, izin kegiatan acara Rizieq Shihab di Megamendung itu merupakan sepenuhnya wewenang dari pemerintah kabupaten setempat. 

Pemerintah provinsi dalam kasus ini, disebutkan, secara teknis tidak bertanggung jawab, termasuk soal pelanggaran protokol kesehatannya.  

Emil kemudian merujuk Undang-undang Otonomi Daerah, yang menyebutkan peran andil Pemerintah Provinsi dalam memberi izin kegiatan berdasar aturan, salah satunya hanya berlaku ketika ada kegiatan pemerintah provinsi di suatu kota maupun kabupaten. 

Polisi sendiri menerapkan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP dalam penyidikan kasus kerumunan Megamendung ini.

Kasus ini bermula saat Rizieq menghadiri acara di Pondok Pesantren Alam Agrokultural pada November lalu. Massa tumpah ruah menghadiri tempat itu dan kedapatan tak menjalankan protokol kesehatan COVID-19. (rwo)

Comments

comments