Kapolda Metro Klaim Tingkat Kejahatan Sepanjang 2020 Turun

Acuantoday.com, Jakarta―Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengklaim angka kejahatan, baik kejahatan langsung maupun di dunia maya atau cyber crime sepanjang tahun 2020 yang terjadi di wilayah hukumnya, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Jumlah kasus tindak pidana (crime total) mengalami penurunan pada tahun 2020,” kata Fadil dalam rilis akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/12).

Dimulai dari jumlh tindak kriminal langsung, yang diklaim mengalami penurunan hingga 2.290 kasus. Pada tahun 2019 berjumlah 32.614 kasus, tapi tahun ini diklaim hanya mencapai 30.324 kasus. 

Meski begitu, angka kriminalitas dalam soal pencurian dan pemberatan (curat) dan pemerasan, tercatat mengalami peningkatan. Untuk kasus curat pada tahun 2019 terdapat 1.279, dan kini naik menjadi 1.456 kasus. Sedangkan untuk kasus pemerasan dari 168 kasus, meningkat hingga 206 kasus.

Klaim lain yang disampaikan Fadil soal risiko masyarakat menjadi korban kejahatan, yang mengalami penurunan 7 persen dari tahun sebelumnya. 

Jika tahun 2019 ada 143 orang, kini hanya 133 orang atau turun sebanyak 10 orang.

“Artinya pada tahun 2020 setiap 100.000 penduduk di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sebanyak 133 orang menjadi korban kejahatan,” kata Fadil.

Sedangkan untuk waktu kejahatan yang terjadi di wilayah Polda Metro Jaya lebih lambat 1 menit 22 detik. Dari yang terjadi tahun lalu 16 menit 11 detik menjadi 17 menit 33 detik pada 2020. 

Sementara itu, angka kejahatan cyber yang ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya diklaim hanya menurun 58 kasus. Di mana pada 2019 terdapat sebanyak 1.100 kasus, kemudian turun jadi 1.042 kasus pada tahun ini. 

Meski begitu, tidak semua kasus yang ditangani rampung penyidikan. Polda Metro Jaya baru menyelesaikan 711 kasus pada tahun 2020. 

Capaian itu sedikit lebih banyak dari penyelesaian kasus siber pada tahun sebelumnya, yang mencapai 710 kasus.

Kebanyakan kasus menyoal penyebaran berita bohong atau hoax dan hate speech dengan total 443 kasus. Akibatnya, sebanyak 1.448 akun media sosial telah dilakukan takedown polisi.  (rwo)

Comments

comments